SHARE

JournalReportase.com, Sudah bukan rahasia umum lagi jika grup band yang baru mengeluarkan karya single ataupun album kerap dibanding-bandingkan dengan band-band  besar yang sudah lebih dulu mengeluarkan karyanya dan sudah dikenal oleh masyarakat luas, karena tidak menutup kemungkinan karya dari single band baru tersebut banyak dipengaruhi oleh musisi yang juga sudah jauh lebih dikenal.

Memang tak ada yang salah jika sebuah grup band terinspirasi dari aliran musik lainnya. Walau tentu saja akan lebih baik jika menjadi diri sendiri tanpa harus menjadi follower.

Hal inilah yang kini menjadi perhatian Raiya band yang hadir mengusung genre pop rock tapi musik yang dibawakan mereka terdengar mirip-mirip aliran Britpop yang diusung Oasis, Coldplay, U2, Chainsmoker, Blur atau Suede.

Band yang beranggotakan Santos (vokal dan gitar), Andre (gitar), Novi (drum) dan Indra (bass) ini ditantang melakukan inovasi dan improvisasi baru dalam bermusik mereka yang nyerempet-nyerempet ke aliran Britpop tadi. Misalnya berkolaborasi dengan DJ bisa jadi satu alternatif yang patut dicoba untuk menciptakan kekuatan baru bagi Raiya di single berikutnya.

“RAIYA ini semestinya bisa lebih menggali kreatifnya lagi biar gak terjebak pola permainan disitu-situ aja. Misalnya bisa saja akan lebih bagus jika berkolaborasi dengan DJ-DJ handal di negeri ini. Saya yakin hasilnya bakal improv dan keren. Tapi harapan saya yang juga sekaligus menjadi tantangan adalah RAIYA bisa menghasilkan karya-karya originalitas sebagai identitas dan jati diri sebuah grup band,”  ucap produser senior dari Target Pop yang juga pengamat musik, Seno M Harjo di peluncuran single ketiga Raiya Band berjudul ‘Dan Bila’ di coffe bang gundul pena 98, Sabtu (3/3) sore, dikawasan Kemang Utara, Jakarta Selatan.

Sementara itu ditempat yang sama, pencipta lagu yang juga produser kondang, Rummy Aziez menyebut jika sebenarnya kolaborasi penyanyi atau grup band dengan DJ tak asing lagi di Indonesia. Dan tak ada salahnya jika Raiya band kembali mencoba cara tersebut.

“Dulu sudah ada yang namanya Disko Remix di Indonesia. Belakangan memang meredup dan ketika era sekarang naik kembali di luar negeri lewat kolaborasi penyanyi dan band-band dengan DJ, saya menduga mereka ngikutin kita dulu,” ucapnya.

Raiya sendiri mengaku optimis hadir ditengah mati surinya industri musik tanah air. Mereka pun tak menutup kemungkinan menggandeng DJ dalam karya-karyanya serta mereinterpretasi karya-karya penyanyi senior yang pernah ada.

“Sekecil apapun peluang, Insha Allah tetap ada. Itu yang mendasari kami hadir saat band-band besar banyak yang menepi,” kata Andre, gitaris Raiya.

Mereka memang sudah sejak empat tahun lalu melepas mini album bertajuk ‘Raiyaforia’ di tahun 2013 yang berisikan empat single yakni ‘Lagu Rindu’, ‘Maafkanlah’, ‘Kamu Harus Tahu’ dan ‘Yang Kuingin’ dan yang terkini ‘Dan Bila’.

Di tahun 2014, Raiya terpilih menjadi 10 band terbaik ajang pencarian bakat talenta baru Project Alfa ‘Naga Mencari Bintang’ yang diprakarsai oleh Alfiansyah (Alfa Records) dimana Naga (Lyla) sebagai salah satu jurinya. Single ‘Lagu Rindu’ pun masuk ke dalam track list Album Kompilasi ‘Project Alfa’ dan dirilis tahun 2016 dengan jalur distribusi melalui Gramedia Store di seluruh Indonesia.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY