Journalreportase.com, Wajahku yang cantik/ Bodyku yang menarik/ Banyak mata melirik.
Bibirku yang seksi/ senyumku yang manja/ Ini bukan buatan.
Syair diatas adalah syair lagu bertema cinta yang berjudul Ikan Asin, ciptaan Nurdiansyah, alias Dian Gaul yang harus ‘ternodai’ lantaran ulah Barbie Kumalasari dan Tessa Mariska.
“Jadi, lagu ini rencananya memang akan dinyanyikan oleh dua orang artis yaitu BK dan TM. Lagunya sudah jadi sesuai pesanan mereka, cuma proses yang sudah dijanjikan oleh mereka dengan klien kami inilah yang selalu mundur dengan alasan ‘sorry ya saya lagi sibuk, sorry ya suara saya lagi serek karena banyak wawancara’,” beber Gus Bejo.
Kendati Barbie dan Tessa telah memberikan uang muka untuk lagu tersebut, yakni dari Barbie sebesar Rp 3 juta dan Tessa Mariska Rp 2 juta, Dian tetap merasa kerugian.
“Saya artis, dia juga artis. Saya di dunia musik, orang
sudah tahu semua bahwa ada etika moral juga walaupun tidak ada perjanjian hitam
di atas putih. Tapi kita ada etikalah, saya tidak pernah mau bikin perjanjian,
tapi komitmen yang saya tuntut,” imbuhnya,”beber Dian.
Oleh karena itu, melalui kuasa hukumnya Gus Bejo, Dian akan memberikan teguran
berupa somasi terhadap Barbie Kumalasari dan Tessa Mariska.
“Maka dari itu ada beberapa hal nanti sebelum permasalahan
ini mencuat atau menjadi masalah hukum, kami pastikan dulu dengan klarifikasi
atau teguran hukum, apakah kejadian ini bisa diselesaikan atau tidak,” sebut Gus
Bejo.
Lantaran ulah wanprestasi yang dilakukan Barbie Kumalasari dan Tessa Mariska maka lagu yang diciptakan sejak Juni 2019 silam tersebut, hingga kini belum sampai di telinga pendengarnya. Pasalnya, Barbie Kumalasari (BK) dan Tessa Mariska (TM), selaku pemesan sekaligus penyanyinya, tidak kunjung hadir di studio rekaman. Akibatnya, selain karyanya tidak bisa dinikmati masyarakat, Dian G4ul juga belum menerima honor sebagai pencipta lagu dari BK dan TM. Kesabaran Dian Gaul pun habis sudah. Ia menuding sebagai sesama seniman, BK dan TM tidak punya komitmen. Dian Gaul lalu menggandeng kuasa hukumnya, Gus Bejo, untuk memberikan klarifikasi dan teguran hukum terhadap BK dan TM.
“Akhir Juni 2019 silam saya dihubungi oleh BK dan pedangdut TM agar dibuatkan lagu bertema Ikan Asin yang ketika itu sedang viral,” kisah Dian Gaul, yang ditemui di bilangan Condet, Jakarta Timur, belum lama ini.
Dalam waktu seminggu, Dian telah menyelesaikan lagu pesanan BK dan TM. Ia juga sudah menyiapkan studio dan rencana syuting video klip. Sebaliknya, Dian Gaul menilai BK dan TM terkesana mengulur-ulur waktu.
“Mereka selalu saja menjawab masih sibuk atau suaranya agak serak, setiap saya meminta untuk datang ke studio rekaman. Mending berterus terang saja, cerita apa adanya. Jangan menggantung saya. Saya kan enggak enak sama kru yang sudah saya siapkan” kisah Dian yang terus memantau kegiatan kedua artis tersebut secara diam-diam,”
Kuasa hukumnya, Gus Bejo menilai tindakan BK dan TM merupakan dugaan perbuatan melawan hukum, yaitu melakukan wanprestasi terhadap pembayaran pemesanan lagu.
Klien kami telah dirugikan secara materil maupun imateril sebesar Rp 200 juta. Dengan perincian, Dian harga sebuah lagu ciptaan Dian berkisar sekitar Rp100 juta,” ujar Gus Bejo yang diaminkan oleh Dian.
“Khusus untuk lagu Ikan Asin, yang berupa lirik dan aransemen musiknya, kru pembuatan video klip, sewa studio rekaman, sehingga biaya membengkak. Kami mengharapkan niat baik BK dan TM agar menyelesaikan kewajibannya segera. Bila dalam pekan ini, belum membayarkan hak klien kami, maka kami akan melayangkan somasi,” beber Gus Bejo.

