JAKARTA – Sejumlah massa yang mengatasnamakan Perhimpunan Pemuda Seram Bagian Timur Jabodetabek (PP SBT Jabodetabek) menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Dalam aksinya massa mendesak KPK mengusut tuntas dugaan pemotongan 10 persen dana revitalisasi sekolah di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku.
“Dana revitalisasi sekolah semestinya untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, memperbaiki ruang kelas, dan menyediakan fasilitas yang layak bagi siswa. Bukan untuk kepentingan pribadi,” ujar Ishaq.
PP SBT Jabodetabek menilai jika dugaan tersebut terbukti, maka hal itu bukan hanya pelanggaran pengelolaan anggaran, tetapi juga merugikan masa depan pendidikan di SBT.
Oleh karena itu, mereka mendesak KPK untuk tidak hanya mengusut pelaku di lapangan, tetapi juga mengungkap pihak yang memberi perintah, memfasilitasi, serta menelusuri aliran dana tersebut.
Massa juga meminta KPK melakukan audit investigatif dan memanggil Bupati Seram Bagian Timur beserta jajaran terkait untuk diperiksa jika ditemukan bukti yang relevan.
“Anggaran pendidikan harus digunakan untuk kepentingan sekolah dan peserta didik, bukan menjadi ladang keuntungan bagi pihak tertentu,” jelasnya.
Mereka menegaskan aksi ini merupakan aksi jilid 1 dan akan terus menggelar gerakan berkelanjutan jika dugaan kasus tersebut tidak segera ditindaklanjuti.
