JournalReportase-Lumajang- Senin (7/1/2019) kegiatan belajar dan mengajar mulai dari tingkat Dasar dan menengah atas kembali beraktivitas di hari pertama setelah libur panjang Natal dan Tahun Baru.
Seperti biasa dan menjadi rutinitas pada Senin, instansi pendidikan di seluruh Indonesia menggelar kegiatan upacara bendera yang merupakan salah satu yang dilaksanakan agar generasi Indonesia selalu mengingat perjuangan para pahlawan dulu merebut kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah.
Namun dipagi yang cerah upacara bendera bagi pelajar SMA dan SMK Lumajang tidak seperti biasanya yang rutin dilakukan setiap Senin. Pasal pada acara bendera kedatangan tamu khusus dari Kepolisian Resort (Polres) Lumajang. Kedatangan para abdi negara ini adalah untuk mensosialisasikan gerakan anti Narkoba & milo (miras lokal oplosan) serta anti hoax dikalangan terpelajar Lumajang.
Upacara yang diambil oleh petugas dari Polres Lumajang usai, para siswa langsung kembali ke ruangan kelas mereka dengan tertib. Disinilah Anggota Polres Lumajang yang diterjunkan cukup banyak dari seluruh fungsi di Polres Lumajang ini juga turut masuk ke kelas-kelas. Sontak saja hal ini membuat kaget serta bingung para siswa.
Didalam kelas, para siswa dibariskan dengan rapi dibelakang meja masing-masing sambil berdiri dan juga diharuskan untuk membuka tas mereka. Para petugaspun dengan dengan santun menggeledah isi dari barang bawaan yang mereka bawa. Mulai dari buku, wadah alat tulis, hingga bekal mereka pun harus dikeluarkan satu persatu. Kegiatan ini merupakan salah satu tindakan antisipatif para siswa membawa barang yang tidak seharusnya mereka bawa, seperti Narkoba, miras oplosan, senjata tajam, hingga obat-obatan terlarang.
Taufan, salah satu siswa kelas 11 di SMAN 1 Lumajang menuturkan sempat kaget akan razia ini. “Saya kira tadi ada apa, masak Polisi disini akan menangkap pengedar obat obatan terlarang yang juga siswa sini. Kan jarang jarang mereka melakukan razia hingga ke kelas seperti ini” Ujarnya dengan nada agak kaget.
Dalam kegiatan ini, Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban menerangkan, pihaknya tidak mau kecolongan dengan peredaran Narkoba dikalangan pelajar di wilayah Lumajang. “Penangkapan besar-besaran para pengguna maupun pengedar Narkoba di wilayah Lumajang, menyebabkan kekhawatiran kami akan penerus generasi selanjutnya juga akan terdampak. Maka pihak kami harus melakukan tindakan antisipatif sedini mungkin untuk menghalau peredaran di sekolah-sekolah” tegas Arsal yang hari ini berada di Polda Jawa Timur untuk melaksanakan anev tahunan.
Selain razia barang haram itu, petugas juga menuju parkiran kendaraan para siswa untuk memantau kendaraan yang tidak layak untuk berkendara. Dalam kegiatan ini, petugas lebih menitik beratkan mencari kendaraan yang memasang knalpot brong serta penggunaan ban yang tidak sesuai standar. Kendaraan yang terjaring dicatat selanjutnya pemilik kendaraan dibina oleh pihak sekolah terlebih dahulu. Namun Petugas berjanji akan menindak tegas jika di masa mendatang tetap menemukan kendaraan yang tidak memenuhi standar yang berlaku.
Untuk hari ini sendiri, ada 22 sekolah setingkat SMA dan setingkat SMP yang didatangi oleh Polres Lumajang serta Polsek jajaran.g Nantinya, kegiatan ini terus dilaksanakan oleh jajaran Polres Lumajang.
