JAKARTA – Sekjen Keluarga Mahasiswa Universitas Terbuka (KM UT) Jakarta, Axon, menyuarakan kritiknya dalam aksi gabungan aliansi mahasiswa pada momentum 2 tahun rezim di Monas, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026).
Dalam orasinya, ia menyuarakan keresahan rakyat dari ujung ke ujung negeri.
“Kita terus menyuarakan keresahan yang terjadi di Kalimantan, Aceh, Papua dan Jawa. Rezim hari ini membungkam dengan kekerasan,” ujar Axon.
Pihaknya menilai pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka gagal total. Ia menyoroti isu pendidikan yang dinomorduakan hingga skandal Wakil Presiden.
“Si Gibran yang tidak miliki ijazah diloloskan oleh Bapaknya. Ini memalukan, bahkan dunia internasional menyorot,” bebernya.
Menurutnya, pemerintah juga telah gagal menangani bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang menyengsarakan rakyat di Kalimantan dan Riau. Asap yang ditimbulkan telah membuat banyak korban, mulai dari anak-anak, ibu hamil, hingga bayi baru lahir yang terganggu pernapasannya.
Bersama aliansi mahasiswa dari Unas, Unusia, dan GMNI, ia kemudian membacakan pernyataan sikap. Mulai dari desakan agar Prabowo mundur, penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga penetapan Karhutla sebagai bencana nasional.
“Kami datang ke sini membawa aspirasi atau keresahan masyarakat yang selama ini tidak didengar oleh pemerintah. Kalau bukan kita siapa lagi yang akan mengkritisi kebijakan yang tidak pro rakyat,” pungkasnya.
