JAKARTA – Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jakarta Pusat secara terbuka menolak seruan aksi nasional yang dikeluarkan Pengurus Besar (PB) PMII.
Sikap tersebut dituangkan dalam surat pernyataan resmi yang diterbitkan pada Minggu, 21 Juni 2026.
Dalam pernyataan sikapnya, PC PMII Jakarta Pusat menilai instruksi aksi dari PB PMII tidak lahir dari pembacaan situasi yang serius, tidak mencerminkan aspirasi kader di tingkat akar rumput, serta mengandung kepentingan yang dinilai patut dipertanyakan.
Ketua PC PMII Jakarta Pusat, Mu’ammar Rizal Fauzi, menyatakan bahwa organisasi mahasiswa harus tetap menjaga independensi dan keberpihakan kepada rakyat, bukan menjadi instrumen politik pihak tertentu.
“Gerakan mahasiswa harus berdiri di atas prinsip independensi, keberpihakan kepada rakyat, serta keberanian untuk mengoreksi kekuasaan. PMII tidak boleh dijadikan alat legitimasi politik bagi kelompok tertentu,” kata dia melalui pernyataan sikap resmi PC PMII Jakarta Pusat sebagaimana dilihat Journalreportase.com.
PB PMII selama ini justru dinilai lamban merespons berbagai persoalan kebangsaan. Ketika masyarakat menghadapi berbagai kebijakan yang dianggap bermasalah, kemunduran demokrasi, hingga penyempitan ruang sipil, PB PMII disebut tidak menunjukkan sikap yang tegas.
Karena itu, seruan aksi yang tiba-tiba muncul dinilai terkesan reaktif dan tidak didasarkan pada konsistensi perjuangan organisasi.
PC PMII Jakarta Pusat juga menolak segala bentuk instruksi maupun mobilisasi yang dikeluarkan PB PMII sebelum ada penjelasan dan pertanggungjawaban atas berbagai tuntutan internal yang selama ini disuarakan melalui gerakan #SavePMII.
Mereka menilai PB PMII kehilangan legitimasi moral untuk mengatasnamakan seluruh kader apabila persoalan fundamental organisasi belum diselesaikan.
Pihaknya bahkan mengaku mencurigai seruan aksi tersebut sebagai bagian dari upaya mengendalikan dan mengarahkan gerakan kader maupun elemen masyarakat sipil yang selama ini kritis terhadap kekuasaan. Kecurigaan itu dikaitkan dengan kedekatan sejumlah elite PB PMII dengan lingkar kekuasaan saat ini.
Atas dasar berbagai pertimbangan tersebut, PC PMII Jakarta Pusat menegaskan tidak akan mengikuti seruan aksi nasional yang dikeluarkan PB PMII sampai terdapat penyelesaian yang jelas terhadap persoalan organisasi dan penjelasan terbuka kepada seluruh kader PMII di Indonesia.
“Langkah yang diambil merupakan bentuk tanggung jawab moral dan politik organisasi dalam menjaga marwah PMII sebagai organisasi kader, organisasi pergerakan dan organisasi perjuangan,” pungkasnya.
