Journal Reportase
News

2 Tahun Prabowo-Gibran Dinilai Gagal, Setapol: Hanya Satu Kata, Turunkan!

JAKARTA – Seruan untuk menurunkan rezim mengemuka dalam momentum jelang 2 tahun pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Penegasan itu antara lain datang dari Khariq Anhar yang juga aktivis Serikat Tahanan Politik (Setapol) saat berbincang dengan Journalreportase.com di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin (19/10/2026).

Ia menilai pemerintahan saat ini telah gagal menunjukkan pertumbuhan dan perkembangan selama dua tahun terakhir.

“Ayo, kawan-kawan, dua tahun ini adalah waktu yang sudah terlalu panjang bagi sebuah rezim yang gagal bertumbuh dan berkembang. Mereka semua sudah tidak perlu lagi kita biarkan berkuasa,” ujar Khariq.

Menurut dia, tidak ada pilihan lain selain menghentikan kekuasaan rezim saat ini. Ia pun menegaskan, segala risiko dari sikap tersebut merupakan konsekuensi yang harus ditanggung generasinya.

“Maka, menurut saya, hanya ada satu kata untuk rezim hari ini, yaitu turunkan. Apa pun risikonya, itu adalah risiko generasi kita,” ucapnya.

Khariq mengaitkan keberlangsungan rezim saat ini dengan jejak kekuasaan Orde Baru. Ia bilang, jika dibiarkan terus berkuasa, maka kegagalan dan bencana akan terus berulang.

“Kalau kita membiarkan rezim yang antek-anteknya sejak Orde Baru terus berkuasa, maka yang akan kita lihat adalah bencana yang terus berulang dan kegagalan yang terus berulang,” tutur Khariq.

Lebih lanjut, Khariq menyoroti persoalan ketimpangan dan eksploitasi sumber daya. Ia menyebut, kekayaan alam dan sumber daya manusia saat ini hanya dinikmati segelintir elite yang berada di lingkaran kekuasaan, bukan untuk rakyat.

“Yang paling pahit adalah eksploitasi masyarakat, sumber daya manusia, dan sumber daya alam kita secara berulang. Sebab, kekayaan kita sekali lagi saat ini hanya dinikmati oleh segelintir orang. Bukan untuk kita, bukan untuk rakyatnya, melainkan untuk mereka yang sedang duduk di singgasana kekuasaan. Maka, hanya ada satu kata, kawan-kawan: turunkan! Terima kasih,” pungkasnya.

Related posts

Demokrat Bantah Keras Isu “2 Kolonel Usulan AHY” di Kasus BGN, Sebut Pemberitaan Menyesatkan

redaksi JournalReportase

“It’s the Economy, Stupid” Pelajaran Geopolitik yang Sering Dilupakan Indonesia

redaksi JournalReportase

5 Calon Kuat Pengganti Kapolda Metro Irjen Fadil Imran Versi ICK, Yuk Simak!

redaksi JournalReportase

Leave a Comment

KLIK BAHASA BERITA»