Journal Reportase
Ekonomi&Bisnis

Bamsoet Dukung Kolaborasi UNPERBA dan PT John Toys Indonesia Perkuat Link and Match Dunia Pendidikan dan Industri

JAKARTA -JOURNALREPORTASE- Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendukung kerja sama Universitas Perwira Purbalingga (UNPERBA) dengan PT John Toys Indonesia sebagai langkah memperkuat keterhubungan antara perguruan tinggi dan dunia industri.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara UNPERBA dan PT John Toys Indonesia di Kampus UNPERBA, Purbalingga, Jawa Tengah. Bamsoet menyampaikan dukungan tersebut secara daring dari Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Menurut Bamsoet, kolaborasi perguruan tinggi dengan industri penting untuk meningkatkan kompetensi, pengalaman industri, kesiapan kerja, serta wawasan global mahasiswa dan lulusan.

“Saya menyambut baik dan mendukung penuh kerja sama UNPERBA dengan PT John Toys Indonesia. Perguruan tinggi harus semakin dekat dengan dunia industri agar mahasiswa memahami sejak dini bagaimana standar kerja yang sesungguhnya,” ujar Bamsoet.

Ia menilai kerja sama tersebut memiliki nilai strategis karena PT John Toys Indonesia merupakan perusahaan manufaktur berorientasi ekspor yang beroperasi di Purbalingga dan memiliki keterhubungan dengan jaringan bisnis John Toys Korea.

“Apalagi John Toys merupakan perusahaan manufaktur yang berorientasi ekspor dan beroperasi di Purbalingga. Ini kesempatan berharga bagi mahasiswa UNPERBA untuk belajar langsung dari lingkungan industri yang terhubung dengan pasar internasional,” katanya.

Dalam kerja sama tersebut, mahasiswa UNPERBA akan memperoleh pembelajaran mengenai berbagai aspek industri manufaktur.

Materi yang diberikan antara lain proses manufaktur, quality assurance dan quality control (QA/QC), keselamatan dan kesehatan kerja (K3), ekspor, rantai pasok, produktivitas, standar operasional, hingga standar kualitas internasional yang relevan dengan kegiatan perusahaan.

Bamsoet mengatakan pengalaman tersebut dapat memberikan pemahaman kepada mahasiswa bahwa daya saing industri tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga kualitas sumber daya manusia, efisiensi proses produksi, konsistensi mutu, kepatuhan terhadap prosedur, serta kemampuan memenuhi standar pasar global.

Selain kompetensi teknis, kerja sama tersebut juga diarahkan untuk memperkuat karakter dan soft skills mahasiswa. Aspek yang menjadi perhatian meliputi etika kerja, integritas, kepatuhan, anti-fraud dan antikorupsi, tanggung jawab sosial, serta budaya profesional.

Menurut Bamsoet, kebutuhan industri modern tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengoperasikan mesin, memahami proses produksi, maupun mencapai target.

Dunia usaha juga membutuhkan sumber daya manusia yang dapat dipercaya, mampu menjaga kualitas dan kerahasiaan pekerjaan, taat prosedur, memahami risiko, serta memiliki keberanian menolak praktik yang menyimpang.

“Integritas menjadi semakin penting ketika perusahaan beroperasi dalam rantai pasok internasional yang memiliki standar tata kelola dan kepatuhan semakin ketat,” ujarnya.

Bamsoet menilai kerja sama UNPERBA dan PT John Toys Indonesia merupakan bentuk konkret dari konsep link and match antara pendidikan tinggi dan industri. Menurut dia, kebutuhan kompetensi dari dunia usaha dapat menjadi masukan bagi perguruan tinggi dalam menyesuaikan proses pembelajaran dan pengalaman praktik mahasiswa.

“Yang kita bangun melalui kerja sama ini adalah ekosistem link and match yang nyata. Industri menyampaikan kebutuhan kompetensinya, perguruan tinggi menyesuaikan proses pembelajaran dan pengalaman praktik, sedangkan mahasiswa mendapatkan kesempatan menguji kemampuan di lapangan,” tutur Bamsoet.

Ia berharap pola kolaborasi semacam itu dapat terus diperluas sehingga Purbalingga mampu menjadi salah satu daerah penghasil sumber daya manusia yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Bamsoet, yang juga Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia, berharap kolaborasi tersebut dapat menjadi salah satu fondasi bagi lahirnya Purbalingga’s Global Talent, yakni generasi muda Purbalingga yang memiliki kompetensi profesional, pengalaman industri, wawasan global, kemampuan beradaptasi, dan integritas yang kuat.

Konsep tersebut, lanjutnya, sejalan dengan visi UNPERBA untuk berkembang sebagai Entrepreneur University yang membangun entrepreneurial mindset mahasiswa. Hal itu mencakup keberanian mengambil inisiatif, melihat peluang, memecahkan masalah, kreatif, inovatif, adaptif, mampu bekerja dalam tim, memiliki kemampuan komunikasi, serta menjunjung tinggi integritas.

“Purbalingga memiliki peluang besar menjadi salah satu sumber tenaga kerja unggul Indonesia. Kita harus membangun SDM, memperkuat kompetensinya, dan menanamkan integritasnya sejak sekarang. Kolaborasi UNPERBA dengan PT John Toys Indonesia merupakan contoh nyata bahwa pembangunan SDM dapat dimulai dari daerah,” pungkas Bamsoet.

Penandatanganan MoU tersebut turut dihadiri Rektor UNPERBA Dr. Eming Sudiana, Wakil Rektor Dr. Nastain, President Director PT John Toys Indonesia Jong Hyun Lee, dan Direktur Utama PT John Toys Indonesia Park Jae Hyun. (*)

Related posts

LRT Jabodebek Tegaskan Komitmen Amankan Barang Tertinggal, Ribuan Barang Telah Diamankan Petugas

journalreportase

Dukung Game Developer Indonesia: Coba dan Wishlist Game Baru Ini!

journalreportase

KAI Catat Pertumbuhan Positif: Lebih dari 16 Juta Ton Barang Terangkut pada Januari–Maret 2025, Didominasi Batu Bara

journalreportase

Leave a Comment