Journal Reportase
News

Aktivis HMI Soroti Kecelakaan Maut di Jalan Hertasning Makassar, Desak Proyek Diaudit

MAKASSAR — Kecelakaan maut di lokasi pengerjaan Jalan Hertasning, Kota Makassar, memicu sorotan dari kalangan mahasiswa. Ketua HMI Komisariat FIP UNM, Fitrah Akbar, menduga kecelakaan yang menewaskan seorang pengendara itu berkaitan dengan buruknya penerapan standar keselamatan di kawasan proyek.

Fitrah menilai kematian korban tidak semestinya dipandang sebagai kecelakaan biasa apabila terbukti terdapat kelalaian dalam penerapan standar operasional prosedur dan keselamatan konstruksi. Ia menyoroti penggunaan road barrier beton di lajur jalan yang, menurut dia, tidak dilengkapi penerangan, flasher, reflector, maupun rambu peringatan yang memadai.

“Memasang blok beton kaku di tengah lajur utama tanpa lampu peringatan, reflector, dan rambu petunjuk awal sama saja dengan menaruh jebakan maut bagi rakyat di malam hari,” kata Fitrah dalam pernyataannya kepada Journalreportase.com, Sabtu (29/8/2026).

Menurut Fitrah, proyek preservasi jalan yang menggunakan anggaran publik harus memperhitungkan keselamatan pengguna jalan. Ia meminta penerapan keselamatan dan kesehatan kerja konstruksi diperiksa, termasuk kesesuaiannya dengan ketentuan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi dan aturan lalu lintas.

HMI Komisariat FIP UNM mendesak aparat penegak hukum mengusut pihak-pihak yang bertanggung jawab apabila hasil penyelidikan menemukan adanya kelalaian. Fitrah menyebut pemeriksaan perlu mencakup pelaksana proyek, petugas keselamatan atau HSE, pengawas, serta instansi yang memiliki kewenangan melakukan pengawasan.

“Jangan ada kompromi ketika kelalaian terbukti menyebabkan hilangnya nyawa. Pihak yang bertanggung jawab harus diproses sesuai hukum,” ujar dia.

Fitrah juga meminta proyek pengerjaan Jalan Hertasning diaudit secara menyeluruh dan aktivitas proyek dihentikan sementara apabila aspek keselamatan pengguna jalan belum terpenuhi. Ia mengatakan HMI akan mengonsolidasikan mahasiswa dan masyarakat untuk mengawal persoalan tersebut apabila tidak ada langkah konkret dari pemerintah dan aparat penegak hukum.

“Audit total pengerjaan Jalan Hertasning sekarang juga. Jangan sampai keselamatan pengguna jalan dikorbankan demi mengejar efisiensi proyek,” ucap Fitrah.

Related posts

GMNI DKI Desak KPK Telusuri Keterkaitan Nusron Wahid dalam Kasus HGB Bogor

redaksi JournalReportase

Tahanan Tewas di Sel Polsek Jatiuwung Tangerang, BEM PTNU Se-Nusantara Desak Kapolri Bongkar Dugaan Kelalaian Anggotanya

redaksi JournalReportase

Koalisi Masyarakat Sipil Jangan jadi Agen Proxy Untuk Lemahkan NKRI

redaksi JournalReportase

Leave a Comment

KLIK BAHASA BERITA»