Journal Reportase
Nasional

Bamsoet Ajak Komunitas Otomotif Jaga Persatuan dan Semangat Brotherhood di Tengah Ketidakpastian Global

JAKARTA- JOURNALREPORTASE – Anggota DPR RI dan Ketua Dewan Kehormatan Motor Besar Indonesia (MBI), Bambang Soesatyo (Bamsoet), mengajak seluruh komunitas otomotif di Indonesia untuk menjaga soliditas, memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, serta merawat semangat brotherhood di tengah situasi geopolitik dunia yang semakin penuh ketidakpastian.

Menurut Bamsoet, komunitas otomotif memiliki posisi strategis karena anggotanya tersebar di berbagai daerah dan berasal dari beragam latar belakang.

Dengan kekuatan tersebut, komunitas otomotif dapat menjadi bagian dari kekuatan sosial yang ikut menjaga suasana kondusif sekaligus mendukung berbagai program pemerintah, mulai dari ketahanan energi, keselamatan berlalu lintas, penggunaan kendaraan secara bijak hingga penguatan ekonomi nasional.

“Komunitas otomotif harus menjadi rumah besar yang menyatukan, bukan ruang yang memecah belah. Semangat brotherhood harus kita rawat dengan saling menghormati, saling membantu dan menjaga persaudaraan lintas merek, klub maupun daerah,” ujar Bamsoet saat menghadiri HUT ke-8MBI, di Jakarta, Minggu (9/8/2026).

Ia menilai, situasi dunia yang penuh tekanan membuat persatuan menjadi modal sosial yang semakin penting. Masyarakat perlu menjaga ketenangan agar tetap produktif dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi maupun isu yang berpotensi memecah belah bangsa.

Bamsoet menuturkan, perubahan peta geopolitik global juga membuat setiap negara harus semakin serius memperkuat ketahanan nasional.

Konflik dan ketegangan di berbagai kawasan dapat dengan cepat berdampak terhadap harga energi, perdagangan, rantai pasok, nilai tukar hingga inflasi.

“Indonesia sebagai negara dengan perekonomian terbuka tetap akan merasakan dampaknya, sekalipun konflik berlangsung ribuan kilometer dari wilayah Indonesia. Karena itu, masyarakat perlu memahami bahwa menjaga stabilitas nasional merupakan tanggung jawab bersama,” katanya.

Bamsoet menegaskan, perbedaan pilihan, klub, merek kendaraan maupun komunitas tidak seharusnya menjadi alasan untuk mengurangi persatuan sebagai sesama warga negara.

“Kita boleh berbeda pilihan, berbeda klub, berbeda merek kendaraan dan berbeda komunitas, tetapi ketika menyangkut kepentingan bangsa, kita harus berdiri dalam satu barisan. Komunitas otomotif memiliki tradisi brotherhood yang kuat. Tradisi tersebut harus kita perluas menjadi semangat persaudaraan kebangsaan,” tegasnya.

Dorong Bijak Bermedia Sosial
Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini juga mengingatkan pentingnya menjaga ketenteraman masyarakat dari potensi konflik dan gesekan antarkelompok.

Menurutnya, media sosial kerap memperbesar persoalan kecil menjadi konflik yang lebih luas. Karena itu, komunitas otomotif diharapkan dapat menjadi contoh dalam menggunakan media sosial secara bertanggung jawab.

Ia meminta para anggota komunitas tidak mudah terprovokasi, tidak menyebarkan informasi yang belum terbukti kebenarannya, serta mengedepankan komunikasi dan musyawarah ketika menghadapi perbedaan.

“Jangan biarkan media sosial memecah persaudaraan yang sudah dibangun bertahun-tahun. Kalau ada persoalan antaranggota atau antarkomunitas, selesaikan dengan kepala dingin. Kalau ada perbedaan pendapat, hormati. Kalau ada kesalahpahaman, klarifikasi,” ujar Bamsoet.

Ia menambahkan, semangat brotherhood tidak cukup hanya menjadi slogan, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku nyata, termasuk ketika anggota komunitas berada di jalan raya.

“Kita boleh berbeda klub, berbeda kendaraan dan berbeda gaya, tetapi ketika berbicara tentang Indonesia, kita harus berdiri sebagai satu keluarga besar,” katanya.

Komunitas Otomotif Bisa Dukung Ketahanan Energi

Ketua Dewan Pembina Ikatan Motor Indonesia (IMI) dan Wakil Ketua Umum/Kepala Badan Bela Negara FKPPI itu juga mendorong komunitas otomotif untuk memberikan dukungan konkret terhadap program pemerintah melalui kebiasaan berkendara yang lebih efisien.

Menurut Bamsoet, penggunaan kendaraan secara efisien, perawatan mesin secara berkala, menjaga tekanan ban, menghindari akselerasi dan pengereman berlebihan, mengurangi perjalanan yang tidak perlu serta menerapkan eco-driving merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan dampak ekonomi apabila dilakukan secara masif.

“Efisiensi sangat relevan dengan agenda ketahanan energi karena sektor transportasi merupakan salah satu konsumen energi terbesar nasional,” ujarnya.

Ia menekankan, kontribusi terhadap ketahanan energi tidak selalu harus dilakukan melalui kebijakan besar. Perubahan perilaku masyarakat dalam menggunakan kendaraan juga dapat menjadi bagian dari solusi.

“Penghematan energi harus dimulai dari kebiasaan sehari-hari. Tidak perlu menunggu kebijakan besar untuk berbuat sesuatu. Merawat kendaraan dengan baik, berkendara secara efisien, mengurangi penggunaan kendaraan ketika memang tidak diperlukan dan memilih moda transportasi secara bijak adalah bentuk kontribusi nyata,” kata Bamsoet.

Menurutnya, jika kebiasaan tersebut dilakukan oleh jutaan masyarakat secara bersamaan, dampaknya terhadap konsumsi energi nasional akan semakin besar.

“Kalau dilakukan jutaan orang secara bersamaan, dampaknya terhadap konsumsi energi nasional tentu sangat besar,” pungkas Bamsoet. (*)

Related posts

Pangdam I/BB: Setiap Posko disiagakan 50 Personil

redaksi JournalReportase

Pekerja di Kawasan Bandara Soekarno-Hatta capai 10.441 orang telah tervaksinasi

redaksi JournalReportase

Ketua KPK: Momen Paskah Miliki Keterkaitan yang Sangat Erat dengan Nilai-nilai Pemberantasan Korupsi

redaksi JournalReportase

Leave a Comment