Journal Reportase
NewsDaerah

Keracunan Massal MBG di Bangkalan Ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa

BANGKALAN – Puluhan siswa dari sejumlah sekolah di Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, mengalami gejala mual dan muntah setelah mengonsumsi makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kamis, 4 Juni 2026. Peristiwa tersebut kini ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) dugaan keracunan makanan dan tengah diinvestigasi oleh otoritas kesehatan.

Data yang dihimpun Journalreportase.com, menunjukkan sebanyak 56 siswa dari enam sekolah mengalami keluhan serupa dalam rentang waktu satu hingga tiga jam setelah menyantap menu MBG yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dupok Kokop.

Korban berasal dari SMAN 1 Kokop sebanyak 21 siswa, SDN Bandasoleh 1 sebanyak 28 siswa, MTs Al Hamidiyah empat siswa, serta masing-masing satu siswa dari SMPN 1 Kokop, SDN Batokorogan dan SDN Dupok 4.

Menu yang disajikan pada hari itu terdiri atas nasi putih, sate ayam, tempe goreng, acar timun dan wortel, serta buah semangka. Makanan tersebut didistribusikan sejak pagi ke sejumlah sekolah penerima manfaat.

Kepala SPPG Dupok Kokop, Dhimas Bagus, mengatakan proses memasak telah selesai sekitar pukul 04.00 WIB dan dilanjutkan dengan pemorsian sebelum didistribusikan ke sekolah-sekolah penerima manfaat. Menurut dia, dugaan awal mengarah pada bumbu kacang sate yang kemungkinan mengalami kendala dalam proses pengolahan atau pemorsian.

“Indikasi sementara mengarah pada bumbu kacang yang kemungkinan mengalami masalah dalam proses pengolahan maupun pemorsian,” kata Dhimas.

Pihak sekolah pertama kali menerima laporan siswa mengalami gejala sekitar pukul 11.40 WIB. Para siswa mengeluhkan mual, pusing, dan muntah setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan pada pagi hari. Setelah laporan diterima, pihak SPPG dan sekolah segera berkoordinasi dengan Puskesmas Kokop untuk melakukan penanganan medis.

Adapun Kepala Puskesmas Kokop, Zaitun Ernawati, bilang kalau seluruh sampel makanan yang diduga menjadi penyebab gangguan kesehatan telah diamankan untuk diperiksa lebih lanjut. Tim Gerak Cepat (TGC) juga telah dibentuk guna melakukan investigasi epidemiologi dan penelusuran sumber dugaan keracunan.

“Sebanyak 56 siswa mengalami gejala mual dan muntah. Sampel makanan sudah kami amankan dan akan dikirim untuk pemeriksaan laboratorium,” ujar Zaitun.

Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan menyatakan sampel makanan rencananya akan dikirim ke Balai Pelatihan Kesehatan Laboratorium (BPLK) Surabaya untuk dilakukan pengujian. Hasil laboratorium diperkirakan keluar sekitar 10 hari setelah sampel diterima dan diperiksa.

Sedangkan Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Pemkab Bangkalan, dr. Wiwid Maya Sari, menjelaskan bahwa tim investigasi telah diterjunkan untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut. Tim terdiri atas unsur surveilans, gizi, kesehatan lingkungan, rujukan, serta tenaga kesehatan lainnya.

Hingga Kamis malam, sebagian besar siswa yang mengalami gejala telah mendapatkan penanganan medis. Tiga siswa dilaporkan memerlukan terapi infus, sementara satu di antaranya juga mendapatkan bantuan oksigen.

Related posts

Perkuat Keamanan Wilayah, Babinsa Koramil Mampang Prapatan Intensifkan Sambang Warga

redaksi JournalReportase

“Geruduk” BPK, Ikatan Mahasiswa Papua Minta Dana MRP Diaudit!

redaksi JournalReportase

Ini Pesan Walikota Jaksel M Anwar pada Pelantikan 79 Pejabat Baru

redaksi JournalReportase

Leave a Comment