JAKARTA – Keberadaan pengungsi asing di Indonesia terutama pada wilayah Jakarta Pusat sampai saat ini tercatat mencapai ratusan orang.
Demikian penjelasan yang disampaikan oleh Assistant Protection Officer United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) Indonesia, Hendrik Therik, melalui keterangan tertulisnya kepada Journalreportase.com, Selasa (12/5/2026).
“217 orang di wilayah Jakarta Pusat,” kata Hendrik.
Adapun ratusan orang tersebut berasal dari berbagai negara antara lain Afghanistan, Angola, Kamerun, Irak, Kuwait, Liberia, Uganda hingga Yaman.
Mengenai tempat tinggal pengungsi, Hendrik bilang kalau mereka tidak terpusat menetap di suatu area atau wilayah.
“Ini mereka tidak ada penampungan khusus. Mereka tinggal mandiri, di kos-kosan, apartemen, rumah,” ujar Hendrik.
Sedangkan untuk yang terpusat ada di Jakarta Barat.”Yang ada penampungan itu dikelola oleh lembaga PBB yaitu IOM,” bebernya.
Untuk data rincinya UNHCR secara birokrasi menyampaikan informasi kepada pihak pemerintah.
“UNHCR ada alamat tapi kami terikat aturan pembagian dan perlindungan data yang tidak bisa disampaikan secara bebas. Sesuai Perpres 125/2016 UNHCR wajib membagikan data ke pemerintah dan ini dilakukan ke Kementerian Luar Negeri. Instansi pemerintah dan lembaga terkait dapat meminta informasi Direktorat HAM dan Migrasi di Kemlu,” tandasnya.
