Journal Reportase
NewsPolri

Ipda Haidar Yaafi, Perwira Muda Korlantas Polri Lulusan Edinburgh Bedah Akar Kemacetan Indonesia

JAKARTA, JOURNALREPORTASE – Upaya mengurai kemacetan kronis di kota-kota besar Indonesia mendapat perspektif baru dari perwira muda Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, Ipda M. Haidar Yaafi, S.Tr.K., M.Sc. Tak hanya pulang dengan predikat Distinction dari University of Edinburgh, Skotlandia, Haidar yang juga dikenal sebagai penyanyi ini membawa hasil penelitian yang menyoroti akar persoalan lalu lintas Indonesia secara lebih komprehensif.

Sebagai lulusan program Master of Science in Transport Planning and Engineering, Haidar Yaafi menempatkan kemacetan sebagai masalah multidimensi yang tidak cukup diselesaikan lewat pelebaran jalan atau penambahan infrastruktur semata.

Haidar Yaafi menegaskan bahwa solusi yang efektif harus melibatkan perubahan budaya masyarakat serta kebijakan publik yang lebih progresif.

Haidar Yaafi diapit kedua orangtua

Tiga Pilar Kunci Penyelesaian Kemacetan
Dalam penelitian yang mengantarkannya meraih predikat akademik tertinggi di Inggris tersebut, Haidar Yaafi menggarisbawahi tiga aspek utama yang harus berjalan serentak:

-Regulasi Kendaraan dan Penguatan Transportasi Publik
Diperlukan kebijakan tegas yang mampu mengendalikan penggunaan kendaraan pribadi, sekaligus memastikan transportasi umum semakin kompetitif, nyaman, dan bisa diandalkan.

-Perencanaan Fasilitas yang Terintegrasi
Haidar Yaafi menekankan pentingnya perencanaan transportasi publik yang saling terhubung, mulai dari jalur, stasiun, hingga kawasan pengembangan kota yang mendukung mobilitas massal.

-Perubahan Budaya Masyarakat
Faktor ini dinilai sebagai kunci paling sering terabaikan. Ia menilai kepatuhan berlalu lintas, kedisiplinan penggunaan ruang jalan, hingga kesadaran untuk memprioritaskan transportasi umum menjadi determinan penting keberhasilan kebijakan.

Bekal Ilmu untuk Mendorong Reformasi Lalu Lintas
Dengan latar belakang akademik dan penelitian yang kuat, Haidar Yaafi kini memperkuat pemikiran strategis di Korlantas Polri. Ia menyatakan bahwa pendekatan berbasis data dan perilaku sosial akan menjadi landasan penyusunan rekomendasi kebijakan yang lebih relevan dan berkelanjutan.

Langkah ini diharapkan menjadi kontribusi nyata Polri dalam mendorong terwujudnya sistem lalu lintas nasional yang modern, aman, dan berkeselamatan, serta menjadi jawaban atas kemacetan yang selama ini dianggap masalah tanpa akhir. ***

Related posts

Gelar Isra Mi’raj, Polsek Kalideres Santuni Anak Yatim

JournalReportase

Momen Hari Dokter Nasional, Kombes Ady: Terima Kasih Atas Pengabdian dan Pengorbanan Menjadi Garda Terdepan

JournalReportase

Hasil Survei ASI: 70,4 Persen Publik Puas dengan Kinerja Kapolri Tangani Kasus Brigadir J

JournalReportase

Leave a Comment