Journal Reportase
Otonomi Daerah

Perda Bangkalan Gelar Audensi, Dishub Bangkalan : Dengan Aturan saya Terobos

BANGKALAN- JOURNALREPORTASE-
Perkumpulan Pemuda (PERDA) Bangkalan Gelar Audensi Dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Bangkalan, Senin 23 Mei 2022.

Dalam Audensi tersebut, ada lima isu yang di bahas diantaranya, Pertama Indikasi mark Up Anggaran Pengadaan dan pemasangan Lampu Penerang Jalan Umum tahun 2021. Kedua, g agalnya Pelaksanaan Parkir Berlangganan. Ketiga, Maraknya Parkir Liar yang meresahkan masyarakat. Keempat, Maraknya angkutan umum yang melintas tidak sesuai Jalur trayek. Kelima, Banyaknya kendaraan bersumbu roda enam melintas dan bongkar muat di Wilayah perkotaan.

Menurut pihak Dishub Realisasi Pengadaan dan pemasangan Lampu Penerang Jalan Umum tahun 2021 tersebut adalah program Pokok pikiran Rakyat (pokir) DPRD Bangkalan dan memang sangat jauh dari standar spesifikasi dalam perencanaan Dinas perhubungan.

“Ada 97 tiang pokir semua, kedepannya saya mau pake sistem elektronik biar tidak berkali-kali belanja cuma yang saya takutkankan kaya tahun kemaren yang banyak di rubah, Antara aturan dishub dan kementrian berapa panjangnya berapa lebarnya tapi karena ini adalah pokir jadi saya gak bisa ngomong, bingung saya,” ucapnya.

Dishub juga menegaskan ketidak sesuaian realisasi Pokir PJU oleh DPRD Bangkalan ada yang nekat minta lampu dengan Harga di bawah Satu juta.

“Yang kemaren lampunya harga sembilan ratus minta di tulis yang ini (sambil nunjuk yang harga tiga juta),”sebutnya.

Selain tentang Mark Up Dishub juga mengakui telah menerobos aturan dalam realisasi PJU.” Dengan aturan ini saya nerobos kalo untuk spesifikasi, harusnya ada penangkal petirnya, harusnya itu tapi realisasinya dirubah,” ucap Dishub akui tentang cacat administrasi nya.

Berdasarkan pengakuan, pihak Dishub menambah keyakinan Saiful Anam Ketua Perkumpulan Pemuda Bangkalan atas Indikasi praktek Mark Up Anggaran dalam pengadaan dan pemasangan PJU tersebut.

“Dengan berbagai pengakuan Dishub atas praktek pengadaan dan pemasangan yang tidak sesuai perencanaan, bahkan ada yang nekat mau beli lampu dengan harga di bawah satu juta Rupiah sedangkan dari data yang kami punya besaran pagu anggaran setiap pengadaan satu tiang diatas sepuluh juta Rupiah maka besar dugaan dari total keseluruhan 97 tiang telah di Mark Up kisaran setengah Milyar Rupiah,”ucapnya.

(Mas ian)

Related posts

Pemko Jaksel Santuni Anak Murid pada Road to School di SMPN 235

JournalReportase

TNI Hadir Untuk Lindungi Rakyat Melindungi Rakyat

JournalReportase

Sayid Iskandarsyah: PWI Jaya Berencana Adakan Dialog Intraktif Soal Narkoba di Tingkat Propinsi

JournalReportase

Leave a Comment