Journal Reportase
Breaking NewsNasional

Revolusi Industri Harus Bersinergi Dengan Pendidikan Karakter

JournalReportase.com, Saat ini Indonesia sedang fokus meningkatkan pembangunan sumber daya manusia berbasis karakter sebagai syarat utama supaya Indonesia bisa bersaing di kancah global. Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Hilmar Farid dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (Dismed FMB) 9 dengan tema “Membangun Karakter dan Mental Indonesia” di Ruang Rapat Utama, Kantor Staf Presiden (KSP), Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, pada Kamis (14/3).

Menurutnya, revolusi karakter menjadi urat nadi yang penting dalam Gerakan Nasional Revolusi Mental, karena itu harus terus ditumbuhkembangkan sejak dini di masyarakat. Hilmar Farid juga memandang, pembangunan infrastruktur juga berpengaruh pada perubahan karakter masyarakat.

“Revolusi mental yang fenomenal yang bisa kita lihat walaupun enggak ada programnya itu, perubahan di Commuter Line. Misalnya dulu orang masih naik di atap, sekarang enggak ada, bersih. gerakan ini ini dinilai sudah jauh lebih baik dari sebelumnya,” sebut Hilmar.

Saat ini, kata Hilmar, pemerintah juga sedang memperkuat implementasi pendidikan karakter di sekolah-sekolah. Sekolah juga berupaya membangun karakter siswa-siswanya melalui hal-hal kecil yang tak diajarkan di kelas.

“Susah diangkakan, misalnya di sekolah ada rak sepatu murid-muridnya nyusun sepatunya di rak, dikasih nama. Kemudian anak-anak juga dikenalkan pada seni tradisi kita, banyak sekali program seperti ini di Indonesia,” ucap dia.

Dirinya juga menambahkan bahwa, penguatan pada pendidikan karakter sebisa mungkin dilakukan secara praktis, peserta didik diarahkan untuk bergotong royong melakukan bersih-bersih di sekolahnya.

“Sebagai contoh di Jepang, tidak ada Office Boy karena semua pekerjaan menjadi tanggung jawab masing-masing, sedangkan di Indonesia berbeda, segala sesuatunya harus dibantu oleh orang lain”, kata Hilmar.

Hilmar menambahkan, pada awal 2016, program penguatan pendidikan karakter baru diterapkan di 542 sekolah. Namun, jumlah itu terus meningkat hingga saat ini mencapai 280 ribu sekolah. “Percepatannya bagus karena daerah juga menyambut, kabupaten, kota bersemangat. Maka konsep gerakan itu sangat penting,” ujar dia.

Di sisi lain, pemerintah juga terus mengupayakan literasi digital sejak dini. Hal itu guna memastikan anak-anak memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi secara bijak. “Program literasi digital juga, karena anak sekolah sekarang orang tuanya sibuk yang disodorin sama mereka handphone. Nah ini kalau enggak dibekali anak-anak dengan kemampuan untuk memfilter, sulit,” ujarnya.

Kemudian pemerintah dan masyarakat daerah juga didorong menyusun pokok pikiran kebudayaan daerah. Hal ini dilakukan agar tata kelola kebudayaan semakin baik. Menurut Hilmar, ada 324 kabupaten, kota yang sudah menyusun pokok pikiran kebudayaan.

“Dulu strategi nasional kebudayaan itu miliknya kaum cendekiawan, diskusi di antara mereka aja. Ini kita ubah metodenya harus dari bawah sehingga kepemilikannya muncul dari tingkat akar rumput. Kalau enggak, jadi omongan awang-awang, tidak membumi,” ungkapnya.

Related posts

Besok Ratusan Orang Hadiri Musyawarah Kadin V Kota Bekasi Akan Menabrak Prokes

redaksi JournalReportase

Operasi Keselamatan Berlalu Lintas Polda Metro Optimalkan Etle dan Manual Dengan 11 Sasaran

redaksi JournalReportase

Ungkap Transaksi Narkoba di Tangerang, Polisi Sita 20 Kilo Sabu dan Dua Orang Kurir Diringkus

redaksi JournalReportase

Leave a Comment