JOURNALREPORTASE,- LUMAJANG. Setelah Tim Cobra Polres Lumajang sukses menangkap Kusnan Fauzi yang merupakan dalang dibalik hilangnya 3 ekor sapi, Kamis (28/2/ 2019), ternyata menimbulkan cerita unik dibalik penangkapan sang pelaku.
Bisa disebut heroik dan dramatis saat anggota Polri mengamankan pelaku. Pasalnya, penggunaan drone serta dilibatkannya anjing pelacak untuk meringkus tersangka merupakan terobosan bagi Polres Lumajang dalam mengungkap kasus kriminalitas.
Drone sendiri diterbangkan sejak awal proses pengepungan di rumah pelaku, agar pelaku tak bisa lolos melalui tayangan visual dari atas drone. Sedangkan anjing pelacak diterjunkan untuk mencari jejak yang ditinggalkan oleh pelaku dari persembunyian.
Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban yang juga turun langsung dalam penangkapan pelaku ini sangat bangga dengan kinerja anggotanya. “Ini keberhasilan bersama, bukan hanya saya sebagai Kapolres Lumajang. Saya sangat mengapresiasi penyekatan dengan penggunaan drone serta ikut bergabungnya Unit K9 dalam pengepungan. Show of force kami kemarin adalah signal nyata bagi para pelaku kejahatan, bahwa kami akan berjuang habis habisan dalam tindakan represif terhadap pelaku kejahatan” tandas Arsal.
Sementata AKP Hasran, Kasat Reskrim mengatakan bahwa pelaku telah melanggar pasal 363 KUHP dengan ancaman kurungan penjara maksimal lima tahun. “Kami akan mengembangkan kasus ini. Saya yakin pelaku ini memiliki jaringan atas kasus pencurian sapi,”tegas Hasran yang juga menjabat sebagai Katim Cobra.
Tutik (24) Warga desa selok Anyar yang dikonfirmasi tentang kejadian penggerebekan maling sapi yang terjadi mengaku kaget melihat banyak polisi dikampungnya.”kagesaya liat banyak pak polisi. pakaiannya beda dengan polisi biasanya, ada tulisan cobra di dadanya. saya liat juga mereka terbangkan kapal kecil yang berputar-putar di atas kampung. Ada juga anjing besar warna hitam yang dibawab Polisinya mengendus-endus jalanan,”Tutik menuturkan.
