JROL,- Satu minggu lagi Ummat Islam dari seluruh dunia, termasuk dari Indonesia, akan mengakhiri kewajiban berpuasa satu bulan penuh. Tidak seperti di belahan bumi pada umumnya, akhir bulan Ramadhan di Indonesia biasa dirayakan sebagai Hari Raya Idul Fitri dengan acara khusus kesempatan keluarga berkumpul bersama anggota keluarga lain. Tempat kumpul itu biasanya adalah tempat tinggal orang tua atau orang yang dituakan, yang biasanya masih tinggal di kampung asal. Atau setidaknya di kampung atau di rumah tempat kumpul itu salah satu anggota keluarga yang pulang mudik pernah bertempat tinggal. Di tempat asal itu biasanya masih ada orang tua, atau orang yang dituakan, atau kenalan lama sehingga apabila semua berkumpul lagi, ada acara nostalgia yang menarik serta mengingatkan semua anggota atau kenalan dekat untuk saling menikmatinya.

Menjelang hari-hari seperti hari ini, banyak keluarga bersiap untuk pulang mudik atau setidaknya sebagian bersiap pulang mudik. Banyak keluarga merapikan kendaraan yang akan dipergunakan untuk pulang mudik bersama. Banyak pula yang sengaja menunda pembelian mobil baru sampai dekat waktunya untuk pulang mudik. Ada juga yang kurang mampu dan tidak memiliki kendaraan, mulai mencari sewa atau pinjaman kendaraan pribadi atau kendaraan sewa untuk pulang mudik.
Di masa lalu, perusahaan besar, utamanya yang memiliki agen penjualan yang banyak seperti Indomie, Mustika Ratu, dan lainnya, menyediakan bus-bus gratis untuk karyawan atau agennya guna mengantar keluarga serta anggota pulang kampung. Kebiasaan itu sungguh baik karena para karyawan tidak perlu repot memesan tiket bus umum, kereta api atau pesawat terbang. Cara itu menghemat simpanan yang bisa dipergunakan untuk bersenang-senang di kampung, untuk oleh-oleh atau ditinggalkan pada keluarga yang ada di kampung. Tinggalan itu bisa menjadi modal untuk hidup sesudah Hari Raya Idul Fitri bagi keluarga, atau untuk investasi di desa agar setelah hidup merantau di kota besar, pada saat tua, kembali ke desa menikmati investasi semasa muda di desanya.
Dalam suasana sedang berpuasa bagi umat Islam pada hari ini, kita ingat bahwa Hari Koperasi yang biasanya diperingati pada tanggal 12 Juli, datangnya masih jauh, yaitu sekitar satu bulan lagi. Hari Koperasi juga baru akan datang beberapa hari setelah Hari Raya Idul Fitri. Hari Raya Idul Fitri akan kita rayakan minggu depan, sekitar dua minggu sebelum Hari Koperasi. Karena itu persiapan untuk merayakan Hari Koperasi belum memperhitungkan Hari Raya Idul Fitri, sehingga anggota Koperasi belum tentu mendapat perhatian dari Pengurus Koperasi dalam hal kemudahan membeli barang-barang murah untuk Hari Raya.
Namun, Koperasi yang rajin pasti memanfaatkan pasar yang terbuka lebar selama bulan Ramadhan dengan aktif ikut mengisi penyediaan berbagai kegiatan usaha yang lebih intensif dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Semua kebutuhan pokok yang meningkat atas produk utama yang diperlukan selama bulan Ramadhan pasti akan dipenuhi dengan harga murah. Melimpahnya produk itu akan ikut meringankan keluarga pada hari-hari yang lebih sibuk selama bulan Ramadhan biarpun masih jauh dari Hari Koperasi. Namun, kemungkinan besar banyak Koperasi tidak memanfaatkan bulan Ramadhan sebagai bulan penuh berkah serta tidak mengadakan penyediaan khusus untuk Saudara yang berpuasa atau mengadakan konsumsi khusus di luar jam-jam tidak seperti pada hari biasa. Bagi koperasi yang anggotanya banyak, yang pada Hari Raya Idul Fitri pulang mudik, ada baiknya sejak sekarang menggelar acara mempersiapkan pesanan barang-barang yang kiranya akan dibawa pulang para anggota pulang mudik. Pembelian bersama sesama anggota koperasi bisa mendapatkan harga lebih murah atau produk dengan kualitas yang lebih baik. Dengan membeli produk bersama-sama, dilakukan pemesanan yang baik oleh para pengurus Koperasi, diharapkan anggota akan makin setia membeli produk yang sifatnya ekstra lebih banyak pada koperasinya.
Apabila koperasi ingin memberikan keuntungan kepada para anggota, koperasi bisa memberi pinjaman kepada anggotanya agar anggota koperasi tidak perlu meminjam kepada sumber dana yang bukan koperasinya sendiri. Dengan demikian Koperasi menyelamatkan anggota dari kerugian atau anggota diuntungkan karena meminjam dana untuk oleh-oleh lebaran dari koperasinya sendiri. Cara ini menolong anggota dengan baik, tetapi juga menguntungkan koperasi karena keuntungan yang diperoleh Koperasi akan kembali kepada anggota dikemudian hari.
Cara lain untuk meningkatkan minat khalayak pada Koperasi adalah dengan mengadakan acara pulang kampung bersama melalui sewa bus atau kendaraan umum dengan harga murah. Kalau perlu dapat diminta bantuan dari kantor-kantor pemerintah yang menjadi pelindung dari kegiatan koperasi agar kendaraan layak jalan bisa diberikan dengan gratis dan ongkos-ongkos lain dapat disubsidi dari SHU yang diberikan kepada anggota terlebih dahulu, atau diberikan sebagai subsidi untuk pembelian barang dengan harga murah dari pusat grosir pelanggan Koperasi.
Kegiatan penyediaan bus-bus pulang mudik oleh Koperasi ini bisa jadi merupakan kampanye secara besar-besaran akan peran koperasi sebagai basis ekonomi kerakyatan yang lebih efektif dibandingkan dengan kegiatan Seminar di Gedung mewah karena akan diikuti oleh rakyat banyak yang kemungkinan besar menjadi anggota koperasi yang setia. Mereka akan makin percaya bahwa koperasi memberi perhatian kepada kebutuhannya sehari-hari, juga kebutuhan pada waktu mereka ingat orang tuanya yang ada di kampung halaman dan memberi perhatian pada acara ritual yang dihormatinya.
Kalau kegiatan ini ditujukan kepada penduduk pulang mudik dengan pemasangan poster di bus-bus pulang mudik yang didukung oleh koperasi, Kementerian Koperasi dan UKM atau Organisasi yang peduli terhadap koperasi, maka adanya bus-bus dengan dukungan poster koperasi itu akan menjadi tontonan masyarakat desa yang dewasa ini mendapat dukungan mengalirnya dana desa dari pemerintah pusat ke desa secara langsung. Kalau gerakan ini didukung secara resmi oleh berbagai Kementerian, tidak mustahil menjadi ajang hidup dan berkembangnya gerakan Koperasi pada tingkat desa di Indonesia.
Karena Hari Koperasi akan datang setelah Hari Raya Idul Fitri, maka puncak dari kampanye dengan memanfaatkan hari-hari menjelang Hari Raya Idul Fitri itu bisa menjadi momentum untuk menempatkan Koperasi di hati rakyat dan menjadi andalan dari gerakan meningkatkan peran Koperasi sebagai Sokoguru Ekonomi Pancasila. [Prof. Dr. Haryono Suyono]
