SHARE

JournalReportase.com, Padi Reborn dimanapun tampil, apapun jenis acaranya selalu punya magnet untuk mengikat penontonnya larut dalam aksi panggung mereka. Hal ini yang jelas terlihat ketika Padi Reborn tampil di penghujung acara ‘Festival Kampoeng 64’ dipelataran Museum Purna Bhakti, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Sabtu kemarin.

Mereka tampil di hadapan ribuan penonton yang merupakan anggota  OSIS dan Ikatan Alumni  SMA Negeri 64 Jakarta.

Banyak hits yang diciptakan oleh Padi di masalalu membuat Padi Reborn sengaja mengajak  penonton untuk bernostalgia melantunkan hits yang fenomenal.

Grup band asal Surabaya yang digawangi Fadly (vokalis), Piyu (gitar), Yoyo (drum), Rindra (bass), dan Ari (gitar) ini mengajak para alumni SMA 64 bernostalgia melalui sejumlah lagu hits mereka, seperti Mahadewi, Begitu Indah, Rapuh, Menanti Sebuah Jawaban dan Kasih Tak Sampai.  Deretan lagu milik Padi Reborn  yang sempat merajai belantika musik Indonesia beberapa tahun lalu, sontak membangkitkan adrenalin penonton.

“Mungkin diantara yang datang pasti akan terbawa dengan kenangan lagu-lagu kami waktu masih sekolah dulu,” kata Fadly menyapa penonton.

Ketua Panitia Pelaksana Festival Kampoeng 64, M Idris Daulat, menyebut keseruan tersebut merupakan reuni akbar SMA 64 yang kedua, setelah sebelumnya digelar pada 2011 silam.

“Kami mengadakan acara pulang kampung sebagai ajang silaturahmi semua angkatan bersama guru aktif, yang sudah pensiun, karyawan dan semua alumnus,” kata Idris alumnus SMA 64 tahun 1993 silam.Sebelum penampilan Padi Reborn, Festival Kampoeng 64 sudah dimeriahkan oleh penampilan Didit Violin, Hamdan ATT dan Endah N Rhesa. Para alumni juga telah menggelar acara bakti sosial sebagai ucapan bakti guru.

“Musik sengaja kami hadirkan tiga genre karena ini kan semua angkatan jadi mewakili semuanya. Dan kebetulan para alumni 64 ini kebanyakan Sobat Padi. Musik itu pertemanan. Ada sinergi. Terkoneksi, memotivasi dan saling menguatkan. Bertemu di sini untuk melanjutkan perjalanan. Merajut inspirasi berkarya bersama,” ujar Ketua Penyelenggara Festival Kampoeng 64, Muhammad Idris Daulat.

‘Festival Kampoeng 64’, kata Idris, reunian besar yang melibatkan lebih dari 2000 anggota Ikatan Alumni SMA 64, Periode 1983 – 2017. Berdasarkan data menurutnya, anggota alumni dari 35 angkatan tidak kurang dari 10 ribu orang.“Tidak cuma kegiatan musik, tapi kita juga bikin gerakan sosial. Ini sudah kegiatan yang kedua. Banyak sobat (penggemar) Padi yang menanyakan acara Festival Kampoeng 64, dan mereka hadir untuk perhelatan ini,”  papar Idris.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY