Journalreportase, Jakarta – Tindakan yang dilakukan ormas GEMPAR, dianggap PT. Ramayana Lestari Sentosa telah mencoreng nama baik yang terbangun baik selama ini. Sehingga direncanakan masalah ini, dilaporkan ke Polda Metro Jaya.
hal tersebut di ungkapkan DR. H. Murtiman SH, MH selaku Kuasa hukum PT Ramayana Lestari Sentosa, setelah melihat itikad tidak baik ormas GEMPAR. Bahkan menjadikan isu negatip sebagai pintu masuk ‘memeras’.
“Kita punya bukti dan saksi. Sempat awalnya kita bertemu, dan membicarakan isu yang dilontarkan mereka. Namun pihak mereka (GEMPAR) tidak mampu memberi bukti atas tuduhannya itu. Ujung ujungnya minta dukungan dana buat biaya kantor,” papar Murtiman didampingi Ketua FKSP & SBD HRD Ramayana

Awal isu ini dijelaskan Murtiman ketika pengurus ormas Gempar mengirim surat konfirmasi terkait adanya isu management Ramayana melarang karyawan muslim menggunakan hijab serta adanya biaya saat melamar menjadi karyawan di Ramayana, Atas isu tersebut pihak Gempar berencana melakukan aksi demo didepan kantor PT Ramayana Lestari Sentosa, Namun aksi demo tersebut tidak jadi dilaksanakan setelah pihak PT Ramayana Lestari Sentosa menjalin komunikasi musyawarah dengan pihak Ormas GEMPAR. Namun setelah beberapa harian kemudian pihak Gempar kembali menghubungi menagement PT Ramayana Lestari Sentosa kali ini bukan untuk membicarakan terkait isu awal, melainkan pihak GEMPAR mengajukan permohonan proposal terkait bantuan sewa sekretariat yang selama ini digunakan para pengurus GEMPAR dengan biaya sewa sebesar 80 juta pertahun , namum setelah dikonfirmasi kepada pihak PT Ramayana Lestari Sentosa ternyata Jawaban pihak management belum bisa memberikan bantuan sesuai proposal yang telah dikirim pihak GEMPAR, Dalam hal ini, PT. Ramayana Lestari Sentosa tidak bisa memenuhi permintaan dana tersebut. Terlebih nilai yang diajukan cukup besar. hal tersebut pula yang akhirnya pihak GEMPAR merubah kesepakatan awal dan kembali menginformasikan bahwa akan ada rencana melakukan demo terkait isu awal.
“Kita punya bukti permintaan mereka. Gak habis pikir cara seperti ini. Dari awalnya soal isu, lalu ke permintaan uang,” ungkap Murtiman.
Terlepas masalah dana tersebut, pihak PT. Ramayana Lestari Sentosa tidak ingin kompromi masalah isu dikaitkan dengan permintaan dana. Terlebih pihak PT. Ramayana Lestari Sentosa telah membuka semua data SOP, mengenai masalah isu yang dilontarkan pihak GEMPAR dan tidak ada larangan jilbab untuk dipakai oleh karyawan.
“Kita terbuka untuk di cek pada siapapun karyawan yang ada disini. Bahkan kita ada Standar Grooming Karyawan yang didalam ada soal busana dan jilbab,” tegas Murtiman.

Meski isu tersebut sudah dibantah dan telah disampaikan kepada pihak GEMPAR namun demikian, pihak GEMPAR selalu ‘mengintimidasi’ PT. Ramayana Lestari Sentosa. Dan selalu meneriakkan untuk melakukan demo.
“Untuk kali ini, kami sudah tidak bisa kompromi lagi. Tindakan tegas akan dilakukan. Karena cara mereka telah membuat nama Ramayana tercemar. Bersiap saja berurusan dengan Polda Metro Jaya,” ujar Murtiman.
Saat berita ini diturunkan team redaksi belum mendapat klarifikasi dan masih berusaha untuk meminta klarifikasi dari pihka GEMPAR. ( redaksi)
