Jakarta-Journal Reportase, Kapolri Jenderal Tito Karnavian resmi me-launching electronic registration and identifikasi (ERI), di Hotel Mercure, Ancol, Jakrta Utara, Kamis (9/11/17).
Pada gelaran yang dihadiri sekitar 1500 personel Dirlantas, Kasubdit Kamsel dan Kasatlantas seluruh Indonesia, Dirut Jasa Marga, Dirjen Perhubungan, dirjen Bina Marga PUPR, dan pejabat lainnya yang terkait ERI dimaksud di dalamnya ada Samsat Online se Jawa-Bali. Kemudian (Intan) Intelegence Traffic Analisis itu payung besarnya di bawahnya ada yang bernama contact center.
ERI, nantinya bisa dimanfaatkan masyarakat. Seperti diketahui, modernisasi yang dilakukan yakni di bidang Registrasi dan Identifikasi (Regiden) yaitu Samsat online dan SIM online.
Kemudian modernisasi di bidang penegakan hukum, yaitu pemasangan speeding camera untuk mendeteksi pelanggaran lalu lintas. Speeding camera ini dipasang di Jabodetabek sebanyak 73 unit, Solo sebanyak 20 unit, Sumatera Utara sebanyak 20 unit, dan Sulawesi Selatan sebanyak 20 unit.
Lalu modernisasi di bidang pelayanan dan pengaduan, yaitu masyarakat bisa menghubungi melalui layanan SMS Center ke 9119 dan call center di 1500699.
Dalam sambutannya, Kapolri Jendral Tito Karnavian, mengutarakan, dirinya diamanahi oleh Presiden Joko Widodo untuk selalu melakukan inovasi menggunakan teknologi demi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Maka dari itu dirinya mendorong sektor di kepolisian untuk membuat inovasi tersebut.
“Bapak Presiden menyampaikan pesan beliau ingin Polri memberikan layanan publik yang berbasis IT. Betul memang sekarang zamannya menggunakan IT, maka saya mendorong sektor layanan publik dari kepolisian,” ujar Tito.
Untuk itu, dia mendorong agar jajaran kepolisian di Polda hingga Polsek melakukan inovasi. Ia berjanji akan memberikan reward bagi anak buahnya yang inovatif. Tito menyebut Polres di Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Makassar bisa menjadi teladan.
“Meminta kepada para Kapolda, Kapolres, dan Kapolsek untuk buat inovasi masing-masing, yang penting mempermudah pelayanan publik. Reward dan apresiasi kepada polres yang melakukan inovasi itu,” ujarnya.
Lebih lanjut Tito mengemukakan bahwa target selama dirinya menjabat Kapolri adalah membenahi pelayanan publik, khususnya yang banyak mendapat komplain di bidang lalu lintas.
“Oleh karena itu, modernisasi telah bisa dirasakan di Jawa dan Bali, ke depan bertahap akan se-Indonesia,”ucap Tito.
Pada kesempatan yang sama dihadapan ribuan personel polisi lalu lintas, Mendagri Tjahjo Kumolo mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Polri. Dirinya berharap apa yang dilakukan dapat membuat pelayanan publik semakin membaik.
“Semoga bejalan dengan baik. Mari selesaikan masalah-masalah. Kita harus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” tuturnya.
Isu Penting Transportasi
Sementara itu, Kakorlantas Irjen Pol Royke Lumowa menjelaskan, workshop ini bertujuan agar semua anggota mengetahui tentang makna lalu lintas dan transportasi. Ia juga menghadirkan sejumlah pakar transportasi pada workshop tersebut.
Pihaknya pun, akan menghadirkan pakar transportasi pada workshop dengan mengangkat isu penting tentang transportasi.” ERI di dalamnya ada Samsat Online se Jawa-Bali. Kemudian (Intan) Intelegence Traffic Analisis itu payung besarnya di bawahnya ada yang bernama contact center, ” jelas Royke kepada wartawan., ditambahkan contact center itu berisikan segala hal terkait lalu lintas. Nantinya masyarakat secara interaktif bisa berhubungan langsung dengan Polri. “Apa saja keluhan masyarakat secara cepat bisa diakses dengan aplikasi ini. Secara cepat juga kami eksekusi, unit lapangan kami datangi,” tandasnya. [red]
