JOURNALREPORTASE- LUMAJANG- Sebanyak 11 motor dari hasil operasi motor bodong door to door yang dilakukan Tim Cobra Polres Lumajang yang kemudian dikembalikan kepada pemiliknya, Kamis (8/08), salah satunya adalah beat putih ‘berdarah’.
Beat berdarah tersebut di terima oleh pemiliknya kepada orang tua korban bernama Muji (54) warga Desa Bangsalsari, Jember.
Tim Cobra Polres Lumajang .menyita motor korban dari operasi motor bodong di Desa Kalidilem Kecamatan Randuagung Kabupaten Lumajang beberapa waktu yang lalu.
Sementara diketahui korban seorang laki-laki Fauzi (23) telah meninggal dunia. Fauzi merupakan korban kejahatan jalanan (begal) yang terjadi di wilayah Tanggul, Kabupaten Jember pada tahun 2016 silam.
Informasi yang diperoleh bahwa kronologis peristiwa yang menyebabkan meninggalnya korban terungkap saat korban diajak berkenalan melalui sosial media oleh seorang perempuan berparas manis Holifah (24) warga Desa Klatakan Kabupaten Tanggul.
Setelah saling berkirim pesan, keduanya menyepakati untuk pergi keluar bersama. Saat itu setelah mereka berdua bertemu, Holifah terus mengajak berputar putar dengan kendaraan korban. Hingga sekitar pukul 19.00, pelaku Holifah meminta Fauzi mengantarnya pulang. Namun ternyata Holifah punya rencana lain, ia meminta melalui jalan yang sepi serta sedikit penerangan cahaya, ditempat tersebut keduanya disergap oleh begal yang ternyata telah bersekongkol dengan Holifah.
Fauzi pun langsung dibacok sebanyak 6 kali di sekujur tubuhnya dan meninggal di lokasi kejadian. Tak lama dari kejadian tersebut, pelaku Holifah serta rekan nya pun berhasil ditangkap oleh petugas dari Polres Jember.
Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban mengucapkan turut berbela sungkawa kepada keluarga korban sebelum mengembalikan motor tersebut. “Saya turut berduka cita kepada almarhum yang menjadi korban atas pembegalan motor ini. Ini adalah fakta yang terjadi dilapangan, di mana di balik motor-motor bodong ini ada seseorang yang terkena musibah hingga kehilangan nyawa demi mempertahankan kendaraan bermotor mereka.”ungkap Arsal.
Dengan kejadian yang memilukan itu, Arsal berharap kepada masyarakat Lumajang tak lagi membeli motor yang tak memiliki kelengkapan surat atau dengan harga sangat murah (bodong red).
Dengan kesadaran masyarakat kasus kasus kejahatan kriminalitas seperti begal maupun curanmor tidak memiliki pasar diwilayah Lumajang.” Dengan demikian, begal dan curanmor akan hilang dengan sendirinya di Lumajang,”pungkas Arsal.
Sementara itu Ayah Korban Muji, yang menerima kendaraan itu mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Lumajang maupun kepada Tim Cobra. “Saya sangat berterima kasih kepada pak Kapolres maupun kepada Tim Cobra yang berhasil menemukan motor anak saya. Meskipun Anak saya telah berpulang dan tak kan pernah bisa kembali,”tutur Muji.
“Semoga kisah pilu seperti yang kami alami tak terjadi lagi kepada orang lain, karena tak ada nyawa manusia yang sebanding dengan harga motor,” Muji menambahkan.
