JAKARTA- JOURNALREPORTASE- Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. M. Fadil Imran, memberikan arahan kepada Kapolsek dan Bhabinkamtibmas Polres Metro Jakarta Pusat dan Polres Metro Jakarta Timur, bertempat di JI-Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (24/05/2021).
Hadir sebanyak 131 personel, yang terdiri dari 18 Kapolsek dan 109 Bhabinkamtibmas dari kedua Polres.
Dalam arahannya Kapolda menekankan untuk selalu menerapkan Rakayasa sosial (social engineering) bersama 3 Pilar dengan melaksanakan 3T (testing, tracing, treatment) terutama bagi kasus COVID-19 aktif dalam arus balik mudik sekarang ini.
Kapolda juga menekankan kepada para Kapolsek dan Bhabinkamtibmas untuk mendatakan warga yang kembali setelah melaksanakan mudik untuk selanjutnya di swab serta di beri tanda dengan sticker (warna merah untuk yang reaktif, hijau untuk non reaktif, warna kuning untuk warga harus melaporkan diri setelah mudik, putih untuk yang sedang melaksanakan isolasi mandiri). Hal ini dilaksanakan guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19.
Kapolda mengatakan, Kasus Covid-19 pertama kali terjadi di Ibukota di mulai di Depok pada tahun 2020, selanjutnya Ibukota Jakarta menjadi epecintrum pertama Covid-19, dimana Covid-19 ini mempunyai dampak Ekonomi, Sosial dan Pendidikan.
“Kalau tugas Polisi, yaitu sebagai Pelindung, Pelayan dan Pengayom Masyarakat serta Penegakkan Hukum, maka dalam masalah Covid-19 ini adalah memberikan Bantuan, Memberikan Perlindungan Kepada Masyarakat dari penyebaran Covid-19, sasarannya adalah kerumunan masyarakat. Kerumunan itu temannya Covid-19,” kata Kapolda.
Lebih lanjut, Kapolda juga mengatakan Mudik juga identik dengan kerumunan maka kita harus waspada terhadap penyebaran Covid-19 saat mudik lebaran. “Kalau di Sumatra Covid-19 Naik, Pasti Pulangnya ke Jakarta. Dan Apabila tidak di Antisipasi Akan Menjadi Cluster Baru,” jelas Kapolda.
Kapolda menekankan kembali kepada para Kapolsek untuk tahu sebaran Covid-19 di wilayahnya. “Harus tahu kasus aktice Covid-19, karena kita peduli terhadap masyarakat,” ujar Kapolda.
Pada acara tersebut, Kapolda sempat memberikan pertanyaan kepada 5 Babinkantibmas Polres Metro Jakarta Pusat dan Babinkantibmas Polres Metro Jakarta Timur.
