Garut-JournalReportase,- Bencana banjitr bandang yang terjadi di Garut, Jawa Barat, beberapa waktu lalu kondisi saat ini mulai pulih.

Meski Badan SAR Nasional menghentikan proses pencarian korban banjir bandang Garut, pada Senin, 3 Oktober 2016 yang bencana Banjir bandang terjadi pada 20 September 2016, pihaknya tetap melakukan pemantauan jika kemungkinan adanya korban . “Kami masih akan memantau kemungkinan adanya korban,” ujar Kepala Basarnas Bandung Slamet Riyadi, di Makodim 0611 Garut.
Alasan penghentian ini karena berdasarkan hasil evaluasi sudah tidak efektif. Begitu juga dengan kondisi korban, akan sulit ditemukan secara kasatmata. Kemungkinan tubuh korban berada di atas permukaan air cukup sulit.
Selama proses pencarian, tercium bau kurang sedap di kawasan Jatigede. Bau itu banyak berasal dari bangkai binatang seperti domba, sapi, ayam, dan lainnya. “Tadi proses pencarian dilakukan dengan menyisir sektor timur Waduk Jatigede dan menyapu sampah menggunakan ekskavator apung. Namun hasilnya nihil,” ujar Riyadi.
Dia mengaku telah memberi penjelasan kepada keluarga korban. Mereka juga menyetujui bila proses pencarian dihentikan. Dengan begitu jumlah korban meninggal yang ditemukan 34 orang. Sedangkan yang masih hilang 19 orang. [red]
