JAKARTA-JOURNALREPORTASE- Anggota DPR Fraksi Bambang Soesatyo (Bamsoet), menerima penghargaan sebagai Tokoh Inspiratif Jawa Tengah 2026.
Penghargaan tersebut diberikan dalam malam apresiasi yang digelar Berlian Organizer bersama Paguyuban Wartawan Jawa Tengah di Wisma Perdamaian, Semarang, Jumat malam (28/8/2026).
Bamsoet menjadi salah satu dari 13 tokoh yang menerima penghargaan.
Para penerima berasal dari berbagai bidang, mulai dari politik, pemerintahan, hukum, pendidikan, kemaritiman, pelayanan publik, ekonomi dan bisnis, olahraga otomotif, hingga industri kreatif.
Bamsoet menyampaikan rasa syukur atas penghargaan tersebut. Menurutnya, apresiasi yang diterima bukan sekadar bentuk penghormatan, tetapi juga menjadi pengingat untuk terus memberikan kontribusi kepada masyarakat.
“Saya menerima penghargaan ini dengan rasa syukur sekaligus tanggung jawab yang semakin besar. Bagi saya penghargaan ini menjadi pengingat bahwa setiap amanah yang diberikan masyarakat harus dibalas dengan kerja, gagasan, dan kontribusi yang bisa dirasakan secara nyata,” ujar Bamsoet di Jakarta, Minggu (30/8/2026).
Ia mengatakan Jawa Tengah memiliki potensi besar yang dapat terus dikembangkan untuk mendorong kemajuan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Bamsoet, penghargaan tersebut memiliki arti penting karena diberikan melalui apresiasi kalangan pers dan masyarakat yang selama ini mengikuti perjalanan serta kiprah para tokoh di berbagai bidang.
Ia menilai penghargaan semacam itu semestinya menjadi bentuk penghormatan sekaligus bahan evaluasi bagi para penerimanya agar tetap konsisten dalam menjalankan tugas dan memberikan kontribusi.
“Apalagi Jawa Tengah menghadapi tantangan pembangunan yang kompleks, mulai dari penguatan ekonomi daerah, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penciptaan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan, hingga pemerataan pembangunan antarwilayah,” katanya.
Bamsoet menilai Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi penting dalam peta pembangunan nasional.
Karena itu, keberhasilan pembangunan di Jawa Tengah tidak cukup hanya diukur melalui pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur, maupun peningkatan investasi.
Menurutnya, indikator yang lebih penting adalah sejauh mana pembangunan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Ukuran akhirnya adalah apakah masyarakat memperoleh pekerjaan yang layak, pendidikan yang semakin baik, pelayanan publik yang mudah, serta kesempatan ekonomi yang lebih luas. Di situlah ukuran sebenarnya dari keberhasilan pembangunan,” ujar Bamsoet.
Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini juga menyoroti persoalan kemiskinan di Jawa Tengah.
Ia menyebut berdasarkan data Badan Pusat Statistik, tingkat kemiskinan Jawa Tengah pada Maret 2026 berada di angka 9,21 persen.
Meski penurunan tersebut patut diapresiasi, Bamsoet menilai angka kemiskinan yang masih berada di atas sembilan persen menunjukkan masih besarnya pekerjaan rumah pembangunan di Jawa Tengah.
Persoalan kemiskinan, lanjut dia, tidak dapat dipisahkan dari sejumlah faktor lain, seperti kualitas pekerjaan, pendidikan, produktivitas, akses terhadap modal, kesehatan, serta ketimpangan kesempatan ekonomi.
Dorong Optimalisasi Potensi Jawa Tengah
Bamsoet menilai Jawa Tengah memiliki modal sosial dan ekonomi yang kuat untuk mempercepat pembangunan.
Provinsi tersebut memiliki basis industri manufaktur yang berkembang, kawasan pertanian yang luas, potensi pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, serta perguruan tinggi yang dapat menjadi sumber inovasi.
Menurutnya, tantangan utama pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan adalah menghubungkan berbagai potensi tersebut ke dalam ekosistem pembangunan yang mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.
“Jawa Tengah memiliki modal sosial dan ekonomi yang kuat untuk mempercepat pembangunan. Provinsi ini memiliki basis industri manufaktur yang berkembang, kawasan pertanian yang luas, potensi pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, serta perguruan tinggi yang dapat menjadi sumber inovasi,” jelasnya.
“Tantangannya adalah memastikan seluruh potensi tersebut tersambung dalam ekosistem pembangunan yang menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat luas,” pungkas Bamsoet. (*)
