Journal Reportase
Featured

Imperialisme Tak Bisa Dipisahkan dari Tahapan Spesifik Kapitalisme

JAKARTA, JOURNALREPORTASE – Siasat Amerika Serikat dalam mengendalikan sumber daya di negara yang menjadi sasarannya sudah diawali ketika negara tersebut masih dalam tahap berkembang.

Hal tersebut disampaikan Popay saat memantik Diskusi Kontemporer ‘Imperialisme AS Abad-21: Dampak dan Perjuangan Kelas Buruh’ yang diadakan Resistance Jakarta di kantor YLBHI, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (24/1/2026).

“Jadi, bagaimana dia bisa menguasai hampir pada saat itu adalah negara-negara yang memiliki sumber daya atau yang dekat dengan satu negara yang berkuasa itu sendiri,” ujar Popay.

“Kalau kita melihat Amerika yang paling pertama yang ingin dia kuasai atau pada saat masih belum berkembangnya terlalu produktif tapi itu sudah menjadi modal-modal juga ya Amerika pada saat itu adalah yang mengambil alih negara-negara yang ada di belakang Amerika itu sendiri,” lanjut dia.

Menurutnya, dalam konsepsi ini tidak bisa dipisahkan dari bagaimana Amerika kemudian mencoba mengkonsentrasikan produksi-produksinya yang membuat kemudian yang pada saat tertentu dia akan membutuhkan tanah yang lain serta ekspansi kapital.

“Imperialisme tidak bisa dipisahkan dari tahapan-tahapan spesifik dari kapitalisme itu sendiri. Jadi, dia lahir karena kondisi-kondisi spesifik perkembangan kapitalisme itu sendiri yang dari persaingan bebas kemudian berubah menjadi monopoli,” katanya.

Mengacu pada konsepsi yang pertama kali dibangun Smith yang kemudian dikembangkan dengan teori-teori ekonomi klasik tentang bagaimana perkembangan kapitalisme itu mensyaratkan persaingan bebas.

“Pada batas tertentu itu tidak betul-betul bebas.Jadi di awal semua orang bebas memproduksi apapun, tapi pada batas tertentu ketika penguasaannya sudah dimiliki sama segelintir orang saja, orang-orang yang lain dipaksa tidak bisa memproduksi. Dan pada batas tertentu dia tidak mampu lagi untuk berkompetisi dengan kapital yang besar,” pungkasnya.

Related posts

TVRI Tebar Pesona Lewat “Studio of Stars”

journalreportase

Tiruskan Wajah Dengan Treatment ‘Glow Glass’

Kuliti Imperialisme AS Abad 21, Resistance Jakarta Bakal Gelar Diskusi Kontemporer

redaksi JournalReportase

Leave a Comment