JournalReportase.com, Perlahan tapi pasti nampaknya kalimat ini pantas disematkan ke TVRI sekarang ini. Kini TVRI tak lagi terstigma sebagai TV yang “kuno” seperti yang dahulu. Hal ini dibuktikannya dengan membuat banyak pembanahan diri dari segala ketertinggalannya dengan TV swasta yang ada.
Dibawah komando Helmi Yahya terobosan demi terobosan selalu tercipta demi memikat hati pemirsanya. TVRI pun kini sudah berdaya saing. Diusianya yang sudah ke 56 TVRI justru mulai menunjukkan “taring” nya. Hasilnya, kini TVRI menjadi televisi alternatif.
Salah satu gebrakan yang dilakukan adalah dengan memikat hati penonton milenial berupa program ajang pencarian bakat bagi para musisi lintas genre dan penyanyi dari seluruh Indonesia. Pesertanya juga betul-betul yang belum punya pengalaman tanpa mengesampingkan kualitas, bisa solo, duet, trio hingga grup band.
“Padahal anggaran kami kecil sekali, seperempat dari stasiun televisi swasta. Kalau anggaran kita sama dengan televisi swasta, kami akan membuat program yang jauh lebih berkualitas dari yang ada selama ini. Tapi walaupun kenyataannya demikian we never give up”, ucap Helmi Yahya saat peluncuran Studio of Stars di Paparons Pizza komplek TVRI pusat, Senayan, Jumat (26/10/2018).
Program bertajuk “Studio of Stars” ini hadir untuk memberikan kesempatan bagi para musisi baru yang sulit mendapatkan ruang untuk tampil di televisi swasta.
“Jangankan musisi baru, musisi lama saja juga susah. Karena itu TVRI selaku televisi publik yang memiliki acara budaya dan hiburan, mereka kami berikan tempat,” lanjut Helmi.
Helmi menjelaskan, konsep kompetisi yang setiap malamnya akan menghadirkan para juri sekaligus komentator ini di setiap episodenya akan ada pemenangnya. Para peserta juga berkesempatan tampil di program unggulan TVRI lainnya. “Stduio of Stars” tayang hadir setiap Senin hingga Jumat pukul 21.30 WIB. Tayangan ini juga merupakan kolaborasi apik antara TVRI dengan Paparons Piza.
“Ini merupakan sumbangsih TVRI kepada dunia musik Indonesia. Musisi siapa saja dan dari mana saja boleh ikut, termasuk penyanyi jalanan, penyanyi kafe, band kampus, band SMA sampai sekolah-sekolah musik,” jelas Helmi.
Untuk pemenang dari ajang pencarian bakat ini, Helmi tak menjanjikan muluk-muluk. Sebab, TVRI hanya menyediakan wadah bagi musisi yang ingin perform.
“Karena anak-anak itu tidak punya tempat untuk perform. Kami tidak menjanjikan dan me-manage mereka. Sekarang kan banyak orang butuh tempat untuk tampil dilihat masyarakat dan di sini tempatnya”, pungkas Helmi Yahya.
Sementara itu, menurut Direktur Program TVRI Afni Jayaputra, TVRI juga sangat senang melihat animo yang diluar ekspektasi.
“Dari acara ini nantinya kita banyak mendapatkan bibit baru khususnya dari kalangan pemula. Dan ternyata mereka hebat hebat. Bahkan ada penampil pengamen jalanan yang membuat kami terperangah dengan bakat dan penampilannya,” kata Afni.
Bagi para pemusik yang ingin mengikuti audisi untuk acara Studio of Stars ini, khusus bagi yang tinggal di Jabodetabek, bisa datang langsung ke Studio of Stars di Komplek TVRI, Senayan, Jakarta Pusat, dan bagi yang berasal dari luar Jabodetabek, dapat mengirimkan video bakat yang dimilikinya ke TVRI, audisi diadakan setiap hari Rabu.
