Jakarta – Organisasi Kaum Muda Sosialis (OKMS) menyoroti Amerika Serikat dalam hal imperialisme pada Abad 21 terlebih usai serangan Bom Caracas hingga penculikan Presiden Maduro beberapa waktu lalu.
Oleh karena itu, OKMS bakal membahasnya lebih lanjut melalui kegiatan Diskusi Kontemporer bertajuk ‘Imperialisme AS Abad-21: Dampak dan Perjuangan Kelas Buruh’.
“Sudah hampir 20 hari sejak AS mengebom Caracas, dan menculik Presiden Maduro, pemerintah Indonesia masih enggan mengeluarkan pernyataan mengecam. Serangan terhadap Iran dan genosida di Palestina pun terus bereskalasi,” tulis unggahan akun Instagram @resistance_OKMS seperti dikutip Journalreportase.com, Kamis (22/1/2026).
OKMS memandang bahwa kemarukan AS juga tercermin dalam upaya Trump untuk melawan bahkan sekutu-sekutunya sendiri di NATO. Segala usaha besar yang merugikan dan memakan banyak nyawa ini demi satu hal yakni minyak.
“Itulah imperialisme, ia tidak akan pernah berhenti memonopoli dan menebalkan margin ketimpangan kekayaan antara negara imperialis dan jajahannya kecuali ada perlawanan yang bisa menandingi. Sikap pemerintahan Indonesia tentunya sudah tidak membuat kita terkejut. Kita tahu betul para kelas penguasa tidak akan berani membangkang terhadap majikannya yang begitu menguntungkan untuk mereka, apalagi di situasi krisis seperti ini,” sebutnya.
Adapun diskusi bakal berlangsung pada Sabtu esok. Untuk yang berminat gabung dalam momen itu bisa menghubungi nomor yang tercantum.
“Lantas bagaimana kaum sosialis harus mengambil posisi di tengah situasi seperti ini? Apa yang bisa kita lakukan? Mari bahas lebih lanjut di diskusi ‘Imperialisme AS Abad-21: Dampak dan Perjuangan Kelas Buruh’, Sabtu, 24 Januari 2026 pukul 13.00 WIB, tempat hubungi CP R: +62 895-3271-79058. Diselenggarakan oleh Resistance Jakarta,” bebernya.
