JournalReportase-Lumajang-Kepolisian Sektor (Polsek) Tempeh dikagetkan adanya laporan dari beberapa warga yang melihat perkelahian antar warga menggunakan celurit, Jumat Malam (4/1/19), di Desa Lempeni, Lumajang
Perselisihan ke dua laki laki, Sopir Truk, yakni Solikin (40)
dengan Mahfud (30) yang tidak terelakan.”Aksi carok Perkelahian satu lawan satu dengan menggunakan senjata tajam Celurit di Pemukiman sampit didepan rumah seorang Janda S,”ungkap Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Hasran diLokasi Kejadian.
Hasran mengatakan, perkelahian yang sangat menengangkan itu ironisnya, tidak ada satupun warga masyarakat yang berada dilokasi kejadian untuk memisahkan aksi carok yang sedang berlangsung. “Tidak satupun warga berada di TKP, mungkin dikarenakan situasi penerangan dilokasi kejadian sangat minim dan cenderung tidak ada penerangan”, kata Akp Hasran Kasat Reskrim Polres Lumajang yang sesaat setelah kejadian langsung tiba di lokasi kejadian.
Informasi kejadian berawal disampaikan oleh Kades setempat kepada Aipda Dimas anggota Babinkamtibmas Polsek Tempeh yang saat itu sedang berada di Mapolsek Tempeh.
“Pak tolong ada dua orang lagi carok di kampung dan keduanya sedang mabuk pak” ujar Zainul.
Dari kabar itulah bersama Bripka Rino Ka SPKT Polsek Tempeh, langsung mendatangi lokasi kejadian, setibanya dilokasi kejadian benar kedua pelaku masih saling bacok dan justru disaksikan oleh beberapa warga masyarakat, untuk menghindari aksi yang masih berlangsung salah satu petugas melapaskan tembakan peringatan keatas dan satu petugas (Bripka Rino) langsung merebut senjata tajam yang berada ditangan masing-masing pelaku yang sudah berlumuran darah, setelah petugas berhasil memisahkan kedua pelaku yang sudah melemah dengan bantuan warga masyarakat, kedua pelaku dinaikkan keatas mobil Patroli Polisi dan langsung dilarikan ke Puskesmas Tempeh untuk mendapatkan perawatan medis, karena luka potong yang nampak serius pada kedua pelaku, dari Tim Medis Puskesmas Tempeh langsung merujuk kedua pelaku dengan menggunakan dua Ambulance dibawa ke RSUD dr. Haryoto di kota lumajang.
Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban, saat dikonfirmasi mengapresiasi dan bangga atas tindakan anggotanya Bripka Rino dan Aipda Dimas yang telah merespon cepat mendatangi TKP dan melakukan tindakan kepolisian, sehingga kedua pelaku berhasil dipisahkan dari kemungkinan yang bisa berakibat fatal atas jiwanya baik bagi kedua pelaku dan juga jiwa kepada petugas. “Untuk tindak lanjut atas kejadian ini mengingat kedua pelaku yang saat ini masih sama-sama berada di RSUD yang kondisi kesehatannya sudah sadar namun belum bisa dimintai keterangannya, tetap akan melakukan penengakkan hukum dengan mekanisme gelar perkara untuk menentukan rencana tindak lanjut penyidikan” Papar Arsal
