JournalReportase.com, Tahun 2018 kemarin Pernod Ricard sukses menggelar program ‘Responsib’ALL Day’ dengan melibatkan 13,500 karyawannya lewat kegiatan menanam 30 bibit mangrove di Taman Wisata Alam Pantai Indah Kapuk, Jakarta, dalam rangka mewujudkan semangat ‘good times from a good place’.
Tidak sampai disitu seolah ingin mengulang kembali kesuksesan tersebut, Pernod Ricard kembali mengelar kegiatan peduli lingkungan dengan objek yang berbeda. Kali ini yang menjadi objek sasaran adalah pengelolaan sekaligus pemberdayaan limbah botol kaca. Lewat program S&R (Sustainability & Responsibility) Pernod Ricard melibatkan komunitas lokal untuk berfokus pada upcycling dari botol-botol kaca (beling) bekas minuman yang di distribusikan mereka di Indonesia.
“Sampai saat ini saya baru melihat penggunaan botol minuman kami baru sebatas digunakan sebagai botol bensin eceran di pinggir jalan. Oleh karenanya kita saat ini coba mereduksi sampah beling dari botol minuman menjadi sesuatu yang bermanfaat seperti gelas, vas bunga, tempat lilin, gantungan lampu dan lain sebagainya,” sebut Edhi Sumadi, selaku Managing Director Pernod Ricard Indonesia di sela-sela kegiatan sosial Responsib’ALL Pernod Ricard Indonesia di RPTRA Taman Raning, Benhil, Jakarta Pusat, Kamis (20/6).
Edhi Sumadi juga menyebutkan, bahwa timbunan sampah di Indonesia mencapai 65 Juta Ton setiap tahunnya, dan 5 Juta Ton di antaranya merupakan sampah plastik dan beling.
“Melalui Circular Making yang menjadi pilar sekaligus poin utama bagi brand Pernod Ricard Indonesia, kami ikut membantu rekan komunitas berkreasi mendaur ulang kembali botol bekas dari produk kami lebih bermanfaat tanpa harus menjadi masalah bagi bumi kita tercinta,” kata Edhi.
Program upcycling sendiri dimulai dari bulan Juni ini, yang ditandai dengan penyerahan 200 botol pertama serta peralatan penunjang lainnya seperti alat pemotong botol oleh Pernod Ricard Indonesia kepada Kertabumi, untuk diolah bersama komunitasnya menjadi sampah yang bermanfaat dan bernilai. Setelah itu, program ini akan dievaluasi setiap tiga bulan dengan melihat efektivitas-nya serta dampak bagi lingkungan dan komunitas yang memang menjadi perhatian utama Pernod Ricard Indonesia.
Menurut Edhi Sumadi selaku Managing Director Pernod Ricard Indonesia, berpegang teguh kepada empat pilar utama yang menjadi nafas S&R Pernod Ricard, yakni; Nurturing Terroir, Circular Making, Valuing People dan Responsible Hosting. Maka tahun ini, lebih memfokuskan diri pada Circular Making dan memilih untuk melakukan program upcycling dari botol-botol bekas milik mereka.
Oleh karenanya, kami coba menggandeng komunitas Kertabumi, salah satu pionir dalam hal upcycling dengan memanfaatkan limbah plastik serta beling bekas untuk menjadi sesuatu yang dapat kembali dijual,” sambung Edhi.
Produk yang telah dihasilkan Kertabumi, selain akan dipasarkan melalui jejaring komunitas, nantinya juga akan dijual lewat toko online (tokopedia) agar memudahkan masyarakat membeli produk jadi tersebut. Dalam upaya pemanfaatan limbah botol ini, Pernod Ricard Indonesia ke depannya akan bekerjasama dengan sejumlah seniman untuk bisa mengkreasikan limbah botol beling agar bisa tampil lebih artistik dan punya nilai jual.
Seperti diketahui, Pernod Ricard adalah perusahaan yang memproduksi minuman 19 dari 100 merek top dunia dengan distribusi yang telah mencakup 80 negara.
