JAKARTA – Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) DK Jakarta mengepung kawasan Silang Selatan Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (26/10/2026).
Aksi unjuk rasa tersebut mengusung tuntutan besar “Evaluasi 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran”.
Isu kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan menjadi sorotan pertama. Massa menilai pemerintah lamban menangani bencana asap yang terus berulang setiap tahun dan merugikan masyarakat.
“Kami meminta pemerintah segera mengambil langkah atas Karhutla di Kalimantan. Jangan sampai negara kalah oleh korporasi pembakar hutan,” teriak salah satu orator.
Tak hanya itu, mereka juga mendesak pemerintahan Prabowo-Gibran untuk mewujudkan pendidikan gratis di Indonesia. Menurut mereka, pendidikan adalah hak dasar rakyat dan kewajiban negara yang harus dipenuhi, bukan untuk dikomersialisasi.
“Pendidikan harus digratiskan karena itu kewajiban negara untuk mendukung pendidikan yang layak,” tegasnya.
Program andalan pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG), turut menjadi sasaran kritik pedas. LMND menilai program tersebut masih menyisakan banyak masalah di lapangan, mulai dari kasus keracunan massal hingga dampak kesehatan serius bagi siswa.
“Program MBG hingga saat ini masih bermasalah dan belum terselesaikan, seperti keracunan yang mengakibatkan sakit perut hingga amnesia. Ini harus dievaluasi total!” ujarnya.
Di sisi lain, mereka juga menuntut aparat penegak hukum bertindak tegas tanpa pandang bulu dalam memberantas korupsi. Para koruptor diminta dihukum berat untuk memberikan efek jera.
LMND juga menyoroti keberadaan Koperasi Desa (Kopdes) yang dinilai sudah melenceng jauh dari fungsi awalnya untuk menyejahterakan rakyat desa.
“Kopdes saat ini bukan sesuai fungsinya, tetapi tempat bagi-bagi proyek. Kami akan terus bersuara terkait pendidikan gratis dan selalu mengkritisi para korporasi yang melakukan kongkalikong,” pungkasnya.
