Journal Reportase
News

81 Tahun Kemerdekaan, Aliansi BEM Nasional Ajak Generasi Muda Rawat Harapan Indonesia Maju

JAKARTA — Memasuki 81 tahun kemerdekaan, Gabungan Aliansi BEM Nasional mengajak masyarakat menjadikan momentum Hari Kemerdekaan sebagai ruang untuk merawat optimisme dan memperkuat semangat bersama membangun Indonesia.

Aliansi yang terdiri atas DEMA PTKIN, BEM PTNU, BEM PTMAI, BEM KSI, BEM PTAI, dan BEM Pesantren itu mengusung tema “Secercah Harapan untuk Indonesia Maju”. Mereka menilai perjalanan 81 tahun Indonesia merupakan bukti bahwa bangsa ini mampu melewati berbagai tantangan dan terus bergerak menuju masa depan yang lebih baik.

Bagi mereka, kemerdekaan bukan sekadar catatan sejarah, melainkan amanah yang harus diisi dengan karya dan kontribusi. Semangat perjuangan para pendiri bangsa dinilai perlu diteruskan oleh generasi muda melalui pendidikan, inovasi, kreativitas, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Generasi muda memiliki tanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan melalui karya, inovasi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat,” kata M. Miftahul Rizqi, Koordinator Pusat DEMA PTKIN Se-Indonesia, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Menurut Rizqi, menjadi generasi penerus tidak cukup hanya dengan mengenang perjuangan para pendahulu. Generasi muda harus mampu menerjemahkan nilai-nilai perjuangan tersebut menjadi tindakan yang memberikan manfaat bagi bangsa.

Aliansi BEM Nasional juga melihat keberagaman sebagai modal besar Indonesia untuk melangkah lebih jauh. Perbedaan suku, agama, budaya, bahasa, dan pandangan merupakan kekayaan yang dapat menjadi kekuatan apabila dikelola dengan semangat persatuan.

“Persatuan tidak boleh dibangun atas dasar kepentingan kelompok tertentu. Persatuan harus berdiri di atas kepentingan rakyat,” ujar Achmad Baha’ur Rifqi.

Dia mengatakan Indonesia membutuhkan generasi yang mampu membangun dialog, menghargai perbedaan, serta menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun golongan.

Momentum 81 tahun kemerdekaan juga dinilai menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengambil peran lebih besar dalam pembangunan. Mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi kelompok yang kritis, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan dan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat.

“Keadilan sosial merupakan cita-cita yang tercantum secara jelas dalam Pancasila. Namun, perjuangan untuk mewujudkannya masih panjang,” kata Yogi Syahputra Al Idrus, Koordinator Presidium BEM PTMAI.

Karena itu, Aliansi BEM Nasional mendorong pembangunan Indonesia terus diarahkan pada pemerataan kesempatan, peningkatan kualitas pendidikan, penguatan ekonomi masyarakat, serta terciptanya kesejahteraan yang dapat dirasakan seluruh rakyat.

Dalam refleksi kemerdekaan tahun ini, mereka merumuskan Lima Risalah Kebangsaan: kemerdekaan sebagai amanah, persatuan di atas kepentingan rakyat, demokrasi yang berpihak pada suara rakyat, keadilan sosial sebagai ukuran kemerdekaan, serta mahasiswa sebagai penjaga masa depan Indonesia.

Aliansi BEM Nasional menilai lima risalah tersebut bukan sekadar pernyataan, melainkan ajakan untuk bergerak bersama. “Setelah berdoa, harus ada ikhtiar; setelah refleksi, harus ada aksi,” tandasnya.

Dengan semangat tersebut, peringatan 81 tahun kemerdekaan diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat optimisme, mempererat persatuan, dan menumbuhkan keyakinan bahwa Indonesia memiliki masa depan yang besar.

Related posts

Viral Oknum Polantas Polda Metro Minta Duit ke Pelanggar, Kompolnas: Waduh!

redaksi JournalReportase

Teriakan “BGN Lembaga Pendusta”, Massa Aksi Tuntut Nanik Deyang Dicopot

redaksi JournalReportase

PORPROV XII Resmi Bergulir, Ainun Dorong NTB Bangun Industri Olahraga Demi PON 2028

redaksi JournalReportase

Leave a Comment