Journal Reportase
Nasional

Bamsoet: FKPPI Harus Jadi Kekuatan Strategis Penjaga Persatuan dan Motor Pembangunan Nasional

JAKARTA- JOURNALREPORTASE Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar sekaligus Kepala Badan Bela Negara Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKPPI), Bambang Soesatyo (Bamsoet), menegaskan FKPPI harus mengambil peran yang semakin strategis sebagai kekuatan masyarakat sipil yang mampu menjaga persatuan bangsa sekaligus menjadi motor penggerak pembangunan nasional.

Menurut Bamsoet, di tengah meningkatnya persaingan geopolitik, percepatan transformasi digital, ancaman infiltrasi ideologi, hingga dinamika ekonomi global, FKPPI dituntut hadir sebagai organisasi modern yang tetap berakar kuat pada nilai-nilai Pancasila, memiliki arah perjuangan yang jelas, serta mampu menjadi jembatan antara negara dan masyarakat.

“FKPPI lahir dari sejarah panjang perjuangan bangsa. Karena itu, tugas FKPPI hari ini adalah memastikan semangat persatuan, disiplin, pengabdian, dan bela negara tetap hidup dalam setiap denyut pembangunan nasional. Indonesia membutuhkan organisasi yang mampu menjadi jembatan antara negara dan rakyat sekaligus menjaga agar semangat kebangsaan terus menyala di tengah berbagai tantangan zaman,” ujar Bamsoet saat rapat persiapan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) FKPPI secara daring di Jakarta, Senin (20/7/2026).

Rapat tersebut turut dihadiri jajaran Pengurus Pusat FKPPI, antara lain Dewan Pakar I Dewa Putu Rai, Sekretaris Jenderal Anna R. Legawatie, Wakil Ketua Umum Dudhie Makmun Murod dan Didiet Haryadi, serta para ketua Hendri Dwiwantara, Norman Soni Sontani, Suryo Susilo, Ian Montratama, dan M. Shalahuddin.

Bamsoet menjelaskan, FKPPI memiliki modal sosial yang besar melalui jaringan organisasi yang tersebar hingga tingkat desa, hubungan historis dengan TNI dan Polri, serta kader yang berkiprah di berbagai bidang, mulai dari pemerintahan, politik, dunia usaha, akademisi hingga masyarakat.

Ia menilai modal tersebut perlu dioptimalkan menjadi kekuatan nyata dalam membangun karakter bangsa, memperkuat ketahanan wilayah, mengembangkan ekonomi lokal, mendukung ketahanan pangan, meningkatkan literasi digital, membantu mitigasi bencana, serta menangkal penyebaran hoaks dan paham yang mengancam persatuan nasional.

“FKPPI harus menjadi laboratorium kepemimpinan nasional yang melahirkan kader berintegritas, berkarakter, menguasai teknologi, mampu membangun ekonomi rakyat, sekaligus menjadi perekat persatuan bangsa. Organisasi ini harus selalu hadir memberikan solusi nyata bagi masyarakat,” kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia itu juga menekankan pentingnya percepatan transformasi organisasi agar mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.

Menurutnya, digitalisasi organisasi, pembangunan database anggota nasional berbasis teknologi, penguatan komunikasi publik, optimalisasi media sosial, modernisasi pendidikan kader, hingga penerapan tata kelola organisasi yang profesional harus menjadi prioritas FKPPI.
Ia menambahkan, generasi muda saat ini hidup di ruang digital yang sangat dinamis sehingga narasi kebangsaan harus disampaikan melalui pendekatan yang adaptif, kreatif, dan mudah diterima masyarakat.

“Era digital menuntut FKPPI mampu memimpin opini publik yang sehat, membangun literasi digital, melawan hoaks, memperkuat semangat bela negara, dan mengoptimalkan teknologi sebagai instrumen memperkuat persatuan bangsa. Penguasaan ruang digital merupakan bagian penting dari pertahanan nasional masa depan,” ujarnya.

Selain transformasi digital, Bamsoet juga menyoroti pentingnya penguatan ekonomi kader sebagai bagian dari upaya menjaga kemandirian organisasi. Di tengah dorongan pemerintah terhadap hilirisasi industri, ekonomi berbasis pengetahuan, pengembangan energi baru terbarukan, dan peningkatan inovasi nasional, kader FKPPI di seluruh daerah didorong menjadi pelaku pembangunan yang mampu menggerakkan potensi ekonomi lokal.

Menurutnya, kader FKPPI perlu berperan dalam memperkuat UMKM, mendukung ketahanan pangan, memanfaatkan teknologi, serta membangun kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat.

Upaya tersebut dinilai akan meningkatkan kontribusi organisasi terhadap pembangunan nasional sekaligus memperkuat kesejahteraan anggota.

“FKPPI harus hadir sebagai organisasi yang melahirkan kader bangsa, kader organisasi, sekaligus kader bela negara yang memiliki integritas, profesionalisme, kepemimpinan, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan zaman. Dengan demikian FKPPI mampu menjadi kekuatan moral, kekuatan intelektual, dan kekuatan sosial yang terus menjaga persatuan Indonesia,” pungkas Bamsoet.

Related posts

Koarmada I Buka Puasa Bersama Prajurit Dan PNS Serta Anak Yatim Piatu

redaksi JournalReportase

HUT Ke -72, momentum Konsolidasi Internal Arhanud TNI AD

redaksi JournalReportase

Tingkatkan Keamanan, Pangdam Jaya Terima Hibah Tanah Dari Pemkot Tangsel

redaksi JournalReportase

Leave a Comment