JAKARTA -JOURNALREPORTASE- Anggota DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet), menilai peringatan HUT ke-80 Polri menjadi momentum penting untuk mempercepat transformasi Polri menjadi institusi yang profesional, modern, adaptif, dan semakin dipercaya masyarakat.
Menurut Bamsoet, tantangan keamanan saat ini semakin kompleks, mulai dari kejahatan siber, penipuan digital lintas negara, perdagangan orang, terorisme, pencucian uang, hingga penyalahgunaan kecerdasan buatan (AI).
Karena itu, Polri perlu memperkuat kemampuan digital forensik, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas kerja sama internasional, serta terus mengembangkan pelayanan publik berbasis teknologi.
Ia menegaskan bahwa transformasi Polri harus berjalan seiring dengan perkembangan teknologi dan perubahan pola kejahatan agar mampu memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat.
Bamsoet juga menilai stabilitas keamanan menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Kepastian hukum dan keamanan dinilai berperan besar dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif serta mendukung agenda pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
Selain itu, ia mengapresiasi berbagai upaya pembenahan yang dilakukan Polri, seperti digitalisasi layanan, peningkatan transparansi, dan keterbukaan terhadap kritik.
Menurutnya, langkah-langkah tersebut berkontribusi pada meningkatnya kepercayaan publik terhadap Polri.
Mengacu pada survei Litbang Kompas 2026, Bamsoet menyebut tingkat kepercayaan publik terhadap Polri mencapai sekitar 82,4 persen. Ia berharap capaian tersebut dapat terus dipertahankan melalui pelayanan yang profesional, transparan, dan penegakan hukum yang berkeadilan.
“Kepercayaan masyarakat merupakan modal utama bagi Polri untuk terus menjadi pelindung, pengayom, dan penegak hukum yang mampu menjawab berbagai tantangan di masa depan,” ujarnya.
