GUNUNGKIDUL – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mulai memperkuat langkah antisipasi menghadapi musim kemarau dengan memetakan wilayah rawan kekeringan, menyiapkan bantuan toren dan dropping air bersih, serta menggandeng BMKG untuk memberikan informasi prakiraan cuaca kepada petani guna mencegah gagal panen.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti, mengatakan pihaknya telah meminta agar berbagai persoalan layanan air bersih yang dikeluhkan masyarakat segera ditangani. Selain itu, pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memantau wilayah yang mulai mengalami kekeringan.
“Kami meminta lokasi-lokasi yang mulai mengalami kekeringan segera diidentifikasi, termasuk persiapan apabila dibutuhkan dropping air bersih,” ujarnya.
Menurutnya, Pemkab juga berkoordinasi dengan Baznas terkait bantuan toren air bagi masyarakat. Saat ini terdapat sekitar 90 permohonan bantuan toren dengan berbagai kapasitas. Namun, pemerintah memprioritaskan toren berkapasitas 5.000 liter agar dapat dimanfaatkan secara bersama-sama oleh masyarakat.
Bupati menjelaskan BPBD juga telah diminta untuk melakukan pendataan lanjutan terhadap wilayah yang masih membutuhkan bantuan toren. Dari hasil identifikasi terbaru, terdapat sejumlah lokasi tambahan yang memerlukan fasilitas penyimpanan air tersebut.
Selain memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, Pemkab Gunungkidul juga menyiapkan langkah mitigasi di sektor pertanian. Dinas Pertanian diminta berkoordinasi dengan BMKG untuk memperoleh informasi prakiraan cuaca sebagai dasar penentuan waktu tanam.
“Melalui informasi dari BMKG, petani dapat mengetahui kapan waktu tanam yang tepat sehingga risiko gagal panen dapat diminimalkan,” katanya.
Sementara itu, dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menggelar sejumlah kegiatan pelestarian lingkungan. Kegiatan tersebut meliputi kerja bakti bersama TNI dan Polri, pemberian penghargaan kepada komunitas serta pegiat lingkungan, pembagian bibit tanaman, hingga dukungan sarana kebersihan kepada kelompok pengelola sampah.
Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah aksi bersih-bersih di kawasan Pantai Sundak. Menurut Bupati, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, khususnya di kawasan pesisir yang menjadi tujuan wisata utama di Gunungkidul.
Ia menambahkan, pemerintah daerah sebenarnya telah menerbitkan surat edaran terkait kebersihan lingkungan sejak lebih dari satu tahun lalu. Ke depan, implementasi kebijakan tersebut akan terus diperkuat dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, komunitas, hingga masyarakat.
“Kami ingin membangun kesadaran bahwa menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan bukan karena diminta atau diingatkan, tetapi menjadi tanggung jawab moral bersama,” tegasnya.
