Journal Reportase
Breaking News

Green Jobs Jadi Kunci Transisi Ekonomi Hijau yang Inklusif

JAKARTA-JOURNALREPORTASE- Kehadiran berbagai peluang green jobs atau pekerjaan hijau menjadi bagian penting dalam memastikan transisi menuju ekonomi hijau berjalan secara inklusif.

Langkah ini dinilai penting agar tidak ada generasi yang tertinggal (no generation left behind) dalam memperoleh kesempatan kerja sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan.

Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat mengatakan bahwa transformasi menuju ekonomi hijau diperkirakan akan menciptakan jutaan lapangan kerja baru di berbagai sektor.

Namun, menurutnya, peluang tersebut harus diiringi dengan jaminan pekerjaan yang layak bagi masyarakat.

“Transisi menuju ekonomi hijau diperkirakan akan melahirkan jutaan lapangan pekerjaan baru. Namun kita juga harus memastikan bahwa green jobs tersebut merupakan pekerjaan yang layak, memberikan perlindungan tenaga kerja, kesejahteraan, dan kesempatan yang adil bagi masyarakat.

Masa depan ekonomi dunia tidak hanya digital, tetapi juga hijau. Future jobs are green jobs,” tegas Jumhur, dikutip dari Humas Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Minggu (31/5/2026).

Jumhur menambahkan, Indonesia memiliki posisi strategis dalam agenda lingkungan global.

Dengan hutan tropis terbesar ketiga di dunia, kawasan mangrove yang luas, kekayaan keanekaragaman hayati yang tinggi, serta garis pantai terpanjang kedua di dunia, Indonesia memegang peran penting dalam menentukan masa depan lingkungan dunia.

“Kalau Indonesia berhasil menjaga hutannya, melindungi gambut dan mangrove, mengelola sampah, menjaga sungai, melindungi laut, dan membangun ekonomi sirkular, maka Indonesia bukan hanya menjaga dirinya sendiri, tetapi juga memberi kontribusi besar bagi masa depan bumi,” ujarnya.

Sebagai bagian dari transformasi menuju ekonomi hijau, pemerintah menargetkan 100 persen sampah terkelola pada tahun 2029.

Target tersebut akan dicapai melalui penguatan ekonomi sirkular dan transformasi tata kelola material yang lebih berkelanjutan.

Berbagai inovasi pengelolaan sampah terus didorong, mulai dari teknologi Refuse Derived Fuel (RDF), Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), teknologi pirolisis, hingga berbagai pendekatan modern lainnya.

Inovasi tersebut diharapkan mampu mengubah sampah menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mengurangi dampak lingkungan.

Melalui momentum ini, KLH/BPLH juga mengajak generasi muda untuk mengambil peran sebagai agen perubahan dalam menjaga lingkungan hidup dan mendorong transformasi ekonomi hijau.

Seiring meningkatnya peluang green jobs, generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan inovasi dan solusi yang mendukung terwujudnya Indonesia yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan

Related posts

Polres Probolinggo Bekuk Pelaku Jaringan Narkoba Jenis Ganja dan Sabu

redaksi JournalReportase

261 Lulusan SKD CPNS Layangkan Somasi ke MenPAN-RB

Panen Raya Jagung  di Tuban, Kapolri Sampaikan Aspirasi Petani ke Presiden Prabowo

redaksi JournalReportase

Leave a Comment