JAKARTA – Politisi senior yang juga anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Andreas Hugo Parera, menegaskan komitmen penuh partainya dalam mematuhi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait keterwakilan minimal 30 persen calon legislatif atau Caleg perempuan di setiap daerah pemilihan (dapil).
Menurut Andreas, putusan MK bersifat final and binding (final dan mengikat), sehingga seluruh partai politik wajib melaksanakannya demi mendorong kesetaraan gender di parlemen.
“Artinya harus dilaksanakan. Sehingga partai harus memenuhi kewajiban 30% caleg perempuan dalam daftar caleg di dapil,” ujar Andreas kepada Journalreportase.com, Selasa (26/5/2026).
Bagi PDI Perjuangan, aturan ini dinilai bukan sebuah hambatan besar. Andreas menjelaskan bahwa partai berlambang banteng moncong putih tersebut memiliki struktur kaderisasi perempuan yang solid di setiap tingkatan, mulai dari pusat hingga daerah.
Meski demikian, ia tidak menampik adanya tantangan geografis dan kultural di beberapa wilayah tertentu.”Selama ini di beberapa daerah seperti Aceh dan Sumbar memang tidak mudah, tetapi selama ini partai selalu berupaya untuk memenuhi dengan mempersiapkan caleg-caleg perempuan sejak jauh hari,” tutur Andreas.
Lebih lanjut, Andreas juga memberikan catatan kritis mengenai dinamika politik riil yang dihadapi caleg perempuan di lapangan. Faktor modal finansial dinilai masih menjadi tantangan besar, yang kerap kali berujung pada fenomena terpilihnya figur yang memiliki kedekatan dengan lingkaran kekuasaan.
“Saya duga dukungan finansial juga pasti berpengaruh. Karena untuk menjadi caleg kan perlu finansial yang cukup. Sehingga tidak heran kalau banyak caleg perempuan yang terpilih adalah istri atau anak pejabat daerah,” bebernya.
Ia menekankan bahwa kunci utama untuk menghasilkan caleg perempuan yang kompeten, mandiri, dan berintegritas adalah komitmen partai politik untuk melakukan kaderisasi secara berkelanjutan, bukan sekadar memenuhi syarat administratif menjelang pemilu. “Makanya saya katakan, partai harus dari jauh hari mempersiapkan kader-kader perempuannya. PDI Perjuangan selama ini sudah melakukan hal tersebut,” pungkasnya.
