Jakarta, JournalReportase – Anggota DPR RI Hillary Brigitta Lasut meminta perhatian dari Kapolri, Kapolda Sulut, dan Kapolresta Manado atas tanda tanya meninggalnya Brigadir Billy Lesar pada 6 tahun lalu, tepatnya tahun 2017.
“Saya meminta atensi Kapolri, Kapolda Sulut dan Kapolresta Manado untuk segera menyelesaikan kasus janggal yang sudah ditunggu oleh istri selama 6 tahun,” ujar Hillary Brigitta Lasut, Sabtu (11/2/2023).
Tak heran, sebab kabarnya, hingga kini pihak keluarga masih belum menerima hasil visum sementara, biaya untuk visum ditanggung oleh keluarga.
Pertanyaan muncul karena saat kejadian, terdapat luka di kepala Brigadir Billy yang diduga merupakan luka bacokan, namun malah kasus ditutup dengan alasan kecelakaan.
Hasil visum pun diharap dapat memberi petunjuk, namun hingga kini, istri dari mendiang Billy mengaku belum menerima hasilnya sama sekali. Disayangkan, selama 6 tahun kasus ini berlanjut, pihak keluarga justru mendapat perlakuan kurang menyenangkan dari oknum aparat lain.
Tindakan tersebut tentunya menambah rasa curiga dari pihak keluarga, seperti ada sesuatu yang janggal, tatkala pihak keluarga mencoba untuk mengangkat kembali kasus ini demi memperoleh keadilan
Di samping pihak keluarga, pihak kuasa hukum juga yaitu Member Alaw Firm mendapat perlakuan serupa. Pengakuan yang direkam dalam sebuah video pendek tersebut kemudian viral di media sosial dan mendapat tanggapan beragam dari warganet.
Hillary Brigitta Lasut pun turut membagikan video tersebut baru-baru ini, dan telah mendapat banyak “like” serta puluhan komentar. “Nah viralkan nih. Mumpung kasus Sambo masih anget-angetnya,” tulis salah satu warganet dengan akun @vic***.
Warganet banyak menyampaikan ucapan duka untuk keluarga, tak sedikit juga warganet yang menandai akun Divisi Humas Polri dan Polda Sulut di dalam komentar tersebut.
Hillary Brigitta Lasut juga mendapat dukungan atas sikap tegasnya ini mengingat keadilan perlu diperjuangkan. “Kami akan tindaklanjuti kasus ini agar istri dan pihak keluarga bisa mendapat keadilan setelah penantian 6 tahun lamanya,” tukas Hillary. my
