JAKARTA, JOURNALREPORTASE – Dalam menghadapi masa transisi antara pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan presiden terpilih, Prabowo Subianto, pendiri Forum Bersama Bhinneka Tunggal Ika, Yoega Diliyanto, menegaskan pentingnya terbentuknya pemerintahan kolaboratif. Pernyataan ini disampaikan kepada awak media pada Sabtu (6/4/2024).
Menurut Yoega Diliyanto, masa transisi saat ini membutuhkan kesinambungan antara pemerintahan yang akan segera berakhir dengan yang akan datang. Salah satu langkah penting adalah pembentukan kabinet kolaboratif yang melibatkan Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto.

“Diperlukan pemerintahan kolaboratif, yakni satu susunan kabinet yang akan dipimpin oleh Prabowo-Gibran, sekaligus smart landing untuk pemerintahan saat ini,” ujar Yoega Diliyanto.
Pemerintahan kolaboratif ini diharapkan dapat memastikan kelancaran peralihan kekuasaan serta menjaga stabilitas dan kontinuitas pemerintahan. Hal ini menjadi semakin penting, ungkap Yoega Diliyanto, mengingat adanya perhelatan pilkada serentak yang akan dimulai pada November 2024.
Yoega Diliyanto menyoroti tiga aspek yang perlu menjadi fokus dalam pemerintahan kolaboratif terkait pilkada serentak, yaitu keamanan dalam negeri, pasokan kebutuhan pangan, dan strategi energi.
Kehadiran pemerintahan baru sebelum Oktober 2024 dianggap krusial untuk memastikan sinkronisasi yang baik antara pusat dan daerah dalam menghadapi ajang demokrasi ini.
Waktu yang paling tepat untuk membentuk pemerintahan dan kabinet kolaboratif, menurut Yoega, adalah setelah keluarnya putusan Mahkamah Konstitusi terkait sengketa PIlpres 2024.
“Pemerintahan harus siap berjalan pasca putusan MK, dan pembentukan kabinet versi Prabowo merupakan langkah awal yang strategis untuk memastikan stabilitas politik dan pemerintahan yang efektif,” tandas Yoega Diliyanto. my
