JAKARTA-JOURNALREPORTASE – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan aparat penegak hukum yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam pemberantasan tindak pidana narkotika malah bermain di dalamnya.
Kepala negara kemudian meminta jajaran terkait tak perlu ragu untuk membabat oknum yang turut terlibat pada peredaran barang haram tersebut.
“Karena kita tahu juga banyak oknum aparat penegak hukum kita yang terlibat di dalamnya. Ini menjadi catatan dan tindakan tegas harus diberikan kepada mereka,” kata Jokowi dalam rapat terbatas mengenai pemberantasan dan penanganan narkoba di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (11/9/2023).
“Saya ingin mengajak kita semua untuk mencari sebuah lompatan terobosan agar kejahatan luar biasa ini bisa kita kurangi, kita selesaikan dengan baik,” tambah dia.
Pemerhati kepolisian, Arif Yunianto, sepakat dengan penegasan Jokowi. Dia mencontohkan pada tubuh Polri.
Menurutnya, bersih-bersih internal harus dimulai di Polda Metro Jaya yang notabene menjadi ‘etalase’ Korps Bhayangkara.
“Harus diawali di Polda Metro Jaya untuk tegak lurus pada arahan dan petunjuk dari Bapak Presiden. Jangan ada main mata lagi pada oknum yang melibatkan diri dalam peredaran narkotika. Hajar sampai akar-akarnya,” ujar Arif dalam keterangannya kepada Journalreportase.com, Selasa (12/9/2023).
Keseriusan itu, kata dia, untuk menyelamatkan jutaan generasi muda penerus bangsa.”Salah satu upaya mewujudkan Indonesia Maju 2045 yang tentunya bersih dari narkoba sebagaimana konsen Bapak Presiden,” ucap pria yang karib disapa AY ini.(Gom)
