JournalReportase.com, Secara materi kehidupan Helena Lim sudah berkelimpahan, tak ada lagi yang kurang. Wajar jika dirinya mendapat julukan crazy rich.
Ditengah kesibukannya sebagai pengusaha ternyata perempuan yang juga berstatus single parent itu baru saja menyelesaikan singlenya berjudul ‘Pasrah’ yang diciptakan oleh Ade ‘Govinda’ dan baru saja dirilis kemarin di Lava, Plaza Senayan (19/11). Menurutnya menyanyi juga merupakan hobinya sejak berusia 12 tahun.

“Saya dari umur 12 tahun sudah hobi nyanyi tapi tidak diseriusin. Waktu itu nyanyi di pernikahan kakak saya sampai akhirnya sekarang ditawari teman dari Le Moesiek, kenapa tidak meluncurkan lagu aja,” kenang Helena,” ucap Helena Lim di Plaza Senayan, Jakarta, Selasa (19/11).
“Waktu itu saya cari pencipta lagu, kebetulan saya emang suka lagu-lagu Ade Govinda yang sering bikin lagu buat Anji. Akhirnya dia bikin lagu ‘Pasrah’ yang ternyata cocok sama suara saya,” jelasnya.
Lagu ‘Pasrah’ sendiri diciptakan oleh Ade ‘Govinda’ lantaran bersinergi dengan karakter suaranya dengan sentuhan musik pop. Menurutnya lagu tersebut berkisah soal cinta yang terpendam kepada seorang teman dekat yang tidak bisa move on.
Dalam singlenya tersebut Helena melibatkan Tifany Leonardy sebagai rekan duetnya. Selain lagu yang diciptakan oleh Ade ‘Govinda’ Helena juga mengajak beberapa rekan artis lainnya dalam video klipnya seperti Mike Lewis dan Mey Chan sebagai model.
“Saya berharap banyak orang suka lagunya, dan saya senang ikut dalam video klip. Senang sekali saya bisa dukung Helena ikut passion dirinya untuk menyanyi,” sebut Mike Lewis.

Helena Lim berharap lagu Pasrah bisa diterima di kalangan pencinta musik tanah air. Baginya, dirilisnya single perdana ini tidak hanya sekadar iseng, namun akan menjadi jembatan untuk karya selanjutnya sebagai bukti keseriusan sebagai penyanyi. Itu sebabnya Helena bernazar semua honor yang didapatnya dari hasil menyanyi akan dia sumbangkan ke yayasan sosial (yatim piatu).
“Ya seperti janji saya sama label juga sudah sepakat bahwa semua honor yang saya dapat akan saya serahkan ke yayasan sosial (yatim piatu),” kata pecinta mobil sport ini.
Masuknya Helena ke dapur rekaman setelah mendapat dukungan dari para sahabat. Salah satunya Maia Estianty. Maia bahkan memfasilitasi Helena, melalui label musik miliknya, Le Moesiek Revole.
Diakui Helena Lim, dukungan Maia Estianty untuk pribadi maupun kariernya sangat besar. Banyaknya kesamaan membuat hubungan mereka semakin dekat.

“Saya lihat Bunda seperti melihat diri saya sendiri. Saya juga single parent. Saya lihat Bunda sangat independent. Dia kuat menghadapi cobaan apapun,” kata Helena.
Helena menganggap bahwa Maia Estianty merupakan sosok yang dijadikan panutan.
“Dia inspirasi saya. Dia juga guru spiritual saya. Dia banyak memberikan nasehat kepada saya. Sebagai musisi yang sudah sangat terkenal, dia sangat humble. Terima kasih bunda atas semangatnya,” sebut Helena.
