Journalreportase.com, Sambut hari raya Idul Fitri 1440 Hijriyah, Sarinah bekerja sama dengan Komunitas Desainer Etnik Indonesia (KDEI), Ikatan Perancang Pengusaha Mode Indonesia APPMI) dan Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI) menggelar acara Fashion Show ‘Sarinah Ramadan Festive 2019’ pada Senin, (27/5).
Fashion show bertajuk ‘Back to Fitri’ tersebut menampilkan karya para desainer ternama Indonesia antara lain Boeyoeng Rais, ltang Yunasz, Dian Pelangi, Meccanism, Jenny Tjahyawati, Ida Leman, Feby Kean dan berbagai koleks terbaik dari Sarinah. Fashion show kali ini akan menampilkon 40 koleksi busana muslim wanita dan 19 koleksi busana muslim pria.
Ini kali kedua KDEI dan Sarinah bekerjasama dalam gelaran ‘Sarinah Ramadan Festive’, yang sebelumnya ditahun 2018 lalu. Tema kali ini ‘Back to Fitri’ artinya kembali ke fitri atau suci, yang seminggu kedepan Hari Raya Idul Fitri akan kita rayakan bersama. Koleksi busana yang kita gelar di fashion show tadi, untuk dipakai di Hari Raya nanti,”sebut desainer senior yang biasa disapa Bang Buyung ini.
Sementara itu dalam memeriahkan bulan suci ramadan dan Hari Raya ldul Fitri 1440 H. Sarinah selaku BUMN satu satunya yang bergerak dibisnis ritel fesyen jga turut menggelar Sarinah The Window of Indonesia dimana midnite sale yang berlangsung dari tanggal 27, 28, 29, 30 dan 31 Mei 2019 dengan diskon dari 20% hinggo 70% dan berbagai promo menarik lainnya.
Lies Permana Lestari selaku Direktur Ritel Bisnis PT. Sarinah (Persero), menyebutkan bahwa Sarinah selalu siap mensupport apapun yang berhubungan dengan perkembangan industri fashion ditanah air.
“Menyambut Hari Raya ldul Fitri 1440 H kali ini Sarinah mengadakan fashion show hasil karya Desainer muslim yang menggunakan wastra asli Indonesia seperti batik dan tenun. Karya-karya mereka walaupun menggunakan wastra asli Indonesia tetapi tetap fashionable dan chic saat dipakai di hari raya,”ucap Lies disela–sela acara ‘Sarinah Ramadan Festive 2019’ di Sarinah Thamrin, Jakarta, Senin (27/5)
Selain didukung oleh Komunitas Desainer Etnik Indonesia (KDEI), Assosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), lkatan Perancang Mode Indonesia (IPMI), juga turut didukung oleh Indonesia Modes Fashion Designer (IMFD), Indonesia Fashion Chambler (IFC), Komunitas Cinta Berkain (KCB), serta disponsori oleh Paris De La Mode, Fashion School yang ingin memajukan khasanah mode Indonesia terutama pakaian muslim yang menjadi ciri khas Indonesia agar lebih dikenal luas di mata dunia.
Sementara itu ‘Paris de la Mode Fashion School’ sangat mendukung terselenggaranya ‘Sarinah Ramadan Festive 2019’ yang mengundang puluhan disainer ternama Indonesia, yakni Desainer Moslem Wear Fashion Show.
“Dukungan ini karena Paris de la Mode Fashion School ingin ikut memajukan khasanah mode Indonesia terutama pakaian muslim, yang mana pakaian muslim baik wanita, pria maupuan anak –anak adalah salah satu ciri khas pakaian yang menjadi trade mark Indonesia untuk dikenal dimata dunia. Terlebih lagi Indonesia termasuk dalam 3 besar Negara di dunia yang menggunakan pakaian muslim, jadi memang pasarnnya sangat besar ,”beber Hesty Maureen selaku principal dari Paris de la Mode Fashion School.
