JournalReportase.com, Bertempat di Kantor Pusat LAI di Pinang Ranti, Jakarta Timur, Kamis (10/10/2019) Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) dan Yayasan Kerja Indonesia Jaya (YKIJ) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman untuk Program Indonesia Merekat, yang dilaksanakan di 34 provinsi di seluruh Indonesia. Kedua lembaga tersebut sepakat bekerjasama lantaran mempunyai tujuan dan harapan yang sama untuk membantu pemerintahan Djokowi-Maaruf Amin dalam membangun Indonesia lebih maju untuk masa lima tahun ke depan.

Menurut Ketua Umum DPP Lembaga Aliansi Indonesia, Djoni Lubis, kerja sama tersebut jelas mempunyai dasar visi, misi, dan punya tujuan untuk mendukung upaya-upaya pemerintah yang sah.
“Siapa pun pemerintahnya, tidak boleh diganggu. Dalam situasi seperti sekarang ini, pemerintah perlu dukungan masyarakat yang bersatu. Salah satunya bagaimana mencerdaskan masyarakat untuk menangkal hoax. Rakyat harus pintar jangan ikut-ikutan. Harus bisa membedakan mana yang baik dan buruk. Visi dan misi kita mendukung pemerintah yang sah. Siapapun pemerintahnya,” tegas Ketua Umum LAI, Djoni Lubis Jhoni Lubis usai penandatangan MoU dengan pihak (YKIJ) di Kantor DPP Aliansi Indonesia, di bilangan Taman Mini, Jakarta Timur, Kamis (10/9/2019).
LAI juga memita kepada pemerintah yang baru nanti bisa berlaku transparan dengan kebijakan dan penggunaan anggaran yang digunakan. LAI juga berupaya memberikan pengawasan pada pemerintah bila nantinya terdapat kejanggalan atas kebijakan dan penyalahgunaan wewenang yang diambil oleh pemerintah. Dengan anggota yang tersebar luas di seluruh Indonesia, DPP LAI dan YKIJ diharapkan akan memonitoring kinerja pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo di periode ke 2 ini.
“Misi kita mencermati, menyikapi, mengawal kebijakan pemerintah pusat dan daerah serta mengawal APBN dan APBD. Bila ada segelintir pejabat negara yang menyalahgunakan jabatannya, Aliansi Indonesia tidak akan segan-segan melaporkan ke instansi terkait,” lanjut Djoni lagi.
Sementara itu Ketua Harian Yayasan Kerja Indonesia Jaya, Denny D. Kustia mengatakan, bahwa yayasan ini sudah tersebar di seluruh Indonesia, jaringannya luas. Kerjasama ini untuk monitoring, membantu di bidang sosial dari luar sisi pemerintah.
“Masalah dari mana datangnya bantuan itu sepandai-pandainya kita nantinya mencari, baik dari swasta maupun dari CSR,” kata Denny.

Dia juga mencontohkan kerjasama yang akan dilakukan tersebut, misalnya tidak semua desa di Indonesia terjamah oleh pemerintah pusat, maka membangun bisa dengan mendapatkan dana hibah pembangunan infrastruktur desa.
“Tentunya kita ingin berkolaborasi dengan serius. Program kerja sama dengan LAI ini akan berjalan 3 Tahun, namun program kita sendiri dilakukan selama 5 tahun. Ada yang namanya Cahaya Indonesia, yaitu untuk membantu penerangan listrik di desa-desa terpencil,” sebut Denny D.Kustia.
