Journal Reportase
Breaking News

Pangdam Jaya : TNI Polri Jamin Keamanan Masyarakat Papua Yang Tinggal di Jakarta

JAKARTA- Pangdam Jaya, Mayjen TNI Eko Margiyono mengatakan, pihaknya menjamin keamanan terhadap semua masyarakat Papua yang tinggal di Ibu Kota DKI Jakarta dengan segala aktivitasnya.

Pernyataan Pangdam tersebut terkait intimidasi dan diskriminasi yang terjadi terhadap masyarakat Papua beberapa waktu lalu yang memicu aksi kericuhan mahasiswa Papua, di Surabaya, Malang Jawa Timur.

“Saya memastikan terhadap keamanan yang ada di Jakarta untuk mendapat hak yang sama, karena tidak ada satupun mendapat intimidasi dari siapapun,” kata Pangdam Jaya, Mayjen TNI Eko Margiyono, saat menghadiri silaturahmi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) DKI Jakarta dengan mahasiswa dan tokoh masyarakat Papua dan Papua Barat, di Balai Pertemuan Polda Metro Jaya (BPMJ), Jakarta, Jumat (23/8/19).

Kendati demikian, persoalan sekecil apapun kalau kita tidak menjaga dengan baik, ini akan menjadi bumerang perang ke depan. Berbicara perang kedepannya beber Eko, tidak mungkin lagi bicara perang konvensional.

Dulu kita mengenal ada yang disebut dengan perang asimetris proxy War dan lain sebagainya. Hal itu terjadi, lantaran adanya sebagian negara yang tidak senang melihat bahwa indonesia itu maju.

Oleh karena itu, negara yang tak suka dengan Indonesia saat ini, akan melakukan berbagai cara, untuk menghambatnya. Kalau kita berkaca, atau flashback pada 20 tahun yang silam saat bangsa ini mengalami peristiwa krisis. Tak hanya itu saja, bahkan sebagian pengamat pun, sudah mengatakan bahwa indonesia ini akan hancur, indonesia akan tenggelam seperti negara-negara yang ada di belahan dunia saat ini.

“Meski besok bangsa ini kiamat, maka hari ini bangsa kita masih akan tetap eksis, itulah tugas dan kewajiban kita semuanya untuk menjaganya,”terangnya.

Untuk itu, masyarakat seluruhnya, jangan sampai kita terprovokasi yang terjadi di media sosial belakangan ini. Meskipun kita tahu, bahwa media sosial ini sangat berbahaya. Sebab, berkaca dari pengalaman beberapa bulan yang lalu, saat kita menghadapi Pileg dan Pilpres.

“Saya tahu persis banyak sekali berita-berita kebohongan yang sengaja memang diciptakan, tapi syukur alhamdulillah satu tahapan itu sudah kita lewati Jakarta tetap aman sampai sekarang ini,” terangnya.

Meskipun secara langsung tidak ada kaitan dengan Jakarta, pada peristiwa yang terjadi di Malang dan Surabaya beberapa waktu lalu itu. Mari kita Cintai bangsa ini, jangan sampai mudah termakan oleh berita-berita bohong tersebut.

“Sekali lagi, media sosial adalah salah satu cara yang paling mudah untuk digunakan dalam mencapai kita semuanya mengadu domba,”tandasnya.

Kepada para tokoh masyarakat Papua, dan Papua Barat, maupun adik-adik yang sedang sekolah maupun sedang kuliah yang berada di Jakarta saat ini, jangan ada rasa takut sedikitpun

“Kami semua aparat keamanan baik TNI maupun Polri akan melindungi, kami adalah orang yang terdepan untuk melindungi semuanya,”tegasnya.

Sementara, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono, mengajak semua pihak bisa menyelesaikan permasalahan dengan bijak dan tidak gampang menerima hoaks sebagai kebenaran. ”Kita tetap satu dalam ikatan Kebhineka Tunggal Ika dan kita semua bersaudara. Setiap permasalahan, kita sikapi dengan arif dan bijaksana serta jangan percaya hoaks, kita harus cek dulu, sehingga kita tidak jadi penyebar berita-berita itu. Jangan lihat perbedaan mari kita lihat persamaan, kita semua bersaudara,” ajak Kapolda Metro Jaya.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anis Rasyid Baswedan mengatakan, Jakarta merupakan tempat berkumpulnya masyarakat dengan latar belakang berbeda, namun perbedaan itu menurutnya tidak menghalangi untuk berkarya, termasuk masyarakat Papua yang telah banyak berkonstribusi terhadap pembangunan Jakarta. “Kita selama ini selalu menjaga Jakarta agar tetap tertib, tentram, aman dan mari kita tularkan suasana Jakarta yang sejuk ini ke daerah lainnya,” ajak Gubernur.

Salah satu tokoh masyarakat Papua, Baharudin Farawowan, yang juga Ketua Umum Gerakan Poros Maritim Indonesia berharap, TNI-Polri menindak tegas oknum aparat yang melakukan tindakan persekusi dan rasisme pada mahasiswa Papua di Surabaya. “Pada kesempatan ini, kami meminta kepada TNI dan Polisi agar segera bisa menindak oknum mengeluarkan rasisme,” ujar Baharudin.

Ia juga mengajak masyarakat dan mahasiswa Papua di Jakarta, agar tidak terpengaruh hoaks terkait peristiwa kericuhan di Jawa Timur yang meluas ke Papua. Ketua Forum Betawi Rempug, Lutfi Hakim yang turut hadir dalam silaturhami ini, juga menyampaikan bahwa masyarakat Betawi akan menjamin aktivitas masyarakat Papua di Jakarta.

Related posts

Prajurit Yonkes 2/ Kostrad Bantu Pengungsi Ibu Hamil Melahirkan

JournalReportase

Motor Tergadai Tak Kunjung Diterima Perempuan Penjual Bubur Adukan ke Polisi, Pelaku Ditangkap

JournalReportase

Gagalkan Peredaran Gelap Narkoba, Polisi Sita Sabu, Ganja dan Pil Ekstasi

JournalReportase

Leave a Comment