JOURNALREPORTASE-LUMAJANG,- Tim Cobra Polres Lumajang kembali mengeluarkan 27 motor bodong yang berhasil ditangkap, kepada publik melalui facebook Group Sahabat M.A.S.
Pengungkapan motor bodong ini sudah yang ketiga kali dilakukan oleh tim cobra. Pertama 45 motor bodong, kedua 52 motor bodong dan yang ketiga yang di ungkap Polres Lumajang adalah sebanyak 27 motor bodong.
Informasi yang diperoleh Journal Repirtase, dari beberapa kali operasi motor bodong lewat door to door ke Desa-Desa, Polres Lumajang telah berhasil mengamankan ratusan Motor bodong, dan banyak diantara motor tersebut yang telah dirusak terutama pada nomor rangka dan nomor mesin..
Banyaknya nomor rangka dan nomor mesin yang rusak, Polres Lumajang mendatangkan Tim Laboratorium Forensik Jawa Timur untuk menentukan nomor rangka dan nomor mesin yang sebenarnya. Ada 18 unit motor yang berhasil di identifikasi oleh tim Labfor dari 23 yang di proses.
“Kepada para pemilik kendaraan agar segera memngambil kendaraannya ke Polres Lumajang dengan membawa data pendukung seperti BPKB atau STNK Atau bawa bukti kepemilikan yg lain jika masih di leasing.Pengambilan kendaraan tidak dipungut biaya sepeserpun alias gratis,”ujar Kapolres Lumajang AKBP Arsal Sahban, Selasa (6/8/2019), di Mapolres Lumajang.
Dikatakan Arsal, kepada para netizen dimohon bantuannya untuk di share supaya pemilik asli kendaraan tersebut dapat segera mengetahui bahwa kendaraannya yang hilang sudah ditemukan oleh Tim Cobra Polres Lumajang. “Puluhan motor kami kembalikan ke pemiliknya. Mudah-mudahan yang dilakukan tim cobra ini bisa memecahkan masalah begal dan pencurian kendaraan motor di Kabupaten Lumajang,” pungkas Kapolres.
Inilah link Facebook Sahabat M.A.S yang memuat 27 data kendaraan bodong yang dirilis oleh Tim Cobra Polres lumajang.
https://www.facebook.com/groups/2097146940360898/permalink/2353668374708752?sfns=mo
Perlu diketahui bahwa dari 27 motor bodong berbagai jenis merek yang dirilis, berasal dari Jember 5 unit. Probolinggo 3 unit. Lumajang 8 unit. Pasuruan 1 unit. Surabaya 2 unit. Malang 3 unit. Sidoarjo 2 unit. Gianyar 1 unit dan belum terindentifikasi 2 unit.
