JOURNALREPORTASE-.LUMAJANG,- Hari Buruh Internasional atau yang dikenal sebutan May Day yang diperingati oleh kaum buruh di seluruh Indonesia, selain melakukan aspirasi dan tuntutan mereka kepada kepada Pemeritah, juga di isi berbagai acara yang unik dan menarik, seperti di Lumajang misalnya, May Day di peringati dengan beberapa Rangkaian kegiatan sosial seperti donor darah, mengunjungi teman buruh yang sakit dan melaksanakan tasyakuran serta sarasehan.
Tasyakuran, di hadiri sekitar 150 orang dari para Buruh, Serikat Buruh, Pengusaha dan Disnaker. Kapolres Lumajang dan Jajarannya juga tampak hadir dan berbaur dengan para serikat buruh dalam rangka memberikan pengamanan agar acara tersebut berjalan aman dan kondusif.
Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban menyampaikan bahwa buruh merupakan elemen penting dalam masyarakat “Buruh salah satu elemen penting dalam sebuah masyarakat. Kehadiran buruh akan menghidupkan sektor ril untuk membangun kedaulatan ekonomi bangsa,”imbuhnya.
Oleh karena itu, katanya, sangat pantas bila buruh memperoleh upah yang layak, dan hidup layak tanpa mengorbankan pihak pengusaha. Pasalnya, lanjut dia, buruh dan pengusaha merupakan dua elemen yang saling membutuhkan, layaknya seperti dua sisi mata uang.
Disela-sela acara Ketua Buruh kabupaten Lumajang Sri Sumarliani mengatakan untuk tahun ini perayaan May Day tahun diisi dengan tasyakuran dan sarasehan. Kami berharap kondisi lumajang selalu kondusif supaya investasi bisa mengalir agar bisa menyerap tenaga kerja baru. Selain kegiatan Tasyakuran, juga di isi dengan kegiatan sosial seperti donor darah dan mengunjungi teman buruh yang sakit.
“Kebetulan salah satu teman kami ada yang kena sakit kanker Darah, teman-teman buruh sudah mengumpulkan sumbangan, sehingga setelah kegiatan tasyakuran ini saya akan menjenguk teman buruh yang sakit tersebut dan memberikan amanat dari teman-teman buruh yang sudah terkumpul,” ujarnya.
Kita ketahui bahwa Hari Buruh lahir saat munculnya Revolusi industri di Eropa dan Amerika Serikat pada abad ke 19. Revolusi industri melahirkan kapitalisme di mana proses produksi di lakukan secara besar besar-besaran menggunakan mesin yang bisa berkerja 24 jam. Untuk mengimbangi mesin tersebut, otomatis kaum pekerja yang di kenal juga sebagai kaum buruh dipaksa bekerja 18-20 jam sehari tapi tetap dengan gaji yang minim serta kondisi kerja yang buruk di pabrik.
Situasi inilah yang melahirkan perlawanan bagi kaum buruh yang fenomenal terjadi di Amerika Serikat pada tanggal 01-04 mei 1886. Dimana lebih dari 400 ribu buruh melakukan demonstrasi besar besar-besaran dengan tuntutan pengurangan jam kerja dari 20 jam menjadi 8 jam sehari.
Ratusan buruh tewas dalam peristiwa tersebut dan para pemimpin buruh di tangkap dan di bunuh oleh polisi amerika saat itu. peristiwa ini kemudia menjadi tonggak bersejarah perlawanan buruh sehingga di peringati menjadi hari buruh Internasional.
