Journal Reportase
Seleb

Rans Music Ihwal Kebangkitan Musik Era 90an

JournalReportase.com, Semua bermula dari YouTube Channel yang menampilkan kolaborasi Nagita Slavina dengan sejumlah musisi, maka terbentuklah Rans Music yang terdiri dari Label Musik, Produksi Musik, Management Artis, Studio Rekaman dan studio latihan, serta menyediakan konten digital.

Adalah misinya mengembalikan kebangkitan musik pop Indonesia di era 90an, The Legends juga menggabungkan para penyanyi atau musik di era 90an tersebut dengan penyanyi (band) yang sedang populer di saat ini.

“Awalnya, aku sama Raffi punya YouTube Channel Rans entertainment. Salah satunya kontennya adalah Music. Aku suka undang teman musiis atau penyanyi buat nyanyi bareng buat jadi bintang tamu. Sampai suatu hari bintang tamunya adalah Element (band). Akhirnya ketemu dan ngobrol, sampai hasil bikin label musik untuk majuin musik Indonesia,” kata Nagita saat ditemui di Musro, Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat (22/3).

“Kenapa band tahun 90-2000an? Karena keadaan kita kangen musik zaman dulu yang menurut kita bagus dan berpotensi,” sambung Ferdy.

Musisi yang tergabung di The Legends sendiri adalah Coboy feat Gisel dengan lagu Katakanlah, Caffeine feat Widi Vierratale dengan lagu Hidupku Kan Damaikan Hatimu, Junior Reborn feat Gading Marten dengan lagu Bujangan.

Kemudian, ada juga Lingua feat Syifa Hadju dengan lagu Jangan Kau Henti Dulu, Bunglon feat Monita Tahalea dengan lagu Dulu, The Fly x Nagita Slavina dengan lagu Terbang, Bunga feat Ayushita dengan lagu Kasih Jangan Kau Pergi, dan Element Reunion feat (TBC) dengan lagu Cinta Tak Bersyarat.

Sementara itu Didi Riyadi melanjutkan bahwa dia dan Raffi ingin menghadirkan kembali program-program musik yang kini mulai hilang dari layar kaca. “Kami pernah ada di golden age atau eranya musik 90-an. Sekarang ini kita bisa lihat program TV, yang kayak dulu musik banyak, sekarang enggak ada. Nah Rans Music ini sebagai media untuk menghidupkan kembali program musik,” jelasnya.

Mengkolab antara yang baru dengan yang lama atau dengan pihak ketiga, kayak pemotretan itu sulit banget,” timpaal Ferdy Tahier.

Related posts

Pengabdian dr John dan Kehidupan Sosial Di Tanah Papua

JournalReportase

Dedi Panigoro, Persembahkan Konser Selendang Nusantara

JournalReportase

Wajah Baru Denis ‘MSI’ Ditandai Lewat Debut Single ‘Relakan Dia’

JournalReportase

Leave a Comment