JOURNALREPORTASE- LUMAJANG,- Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban memberikan penghargaan kepada Bhabinkamtibmas Desa Sukosari Brigadir Fery Ardiansyah dan Babinsa Desa Sukosari Sertu Samsuliadi Dwi Purwanto.
Pemberian penghargaan kepada kedua anggota ini, menurut Kapolres karena berhasil mengatasi berbagai persoalan di tengah masyarakat.,”Mereka berhasil menggerakan warganya untuk membentuk Satgas Keamanan Desa. Terbukti sukses membantu Kepilisian untuk menekan angka kriminalitas di Desa Sukosari kec. Jatiroto, Lumajang,”ujar Kapolres.
Arsal mengatakan, satgas keamanan desa dengan jumlah personil 50
orang dalam giatnya dilengkapi dengan Handy Talkie/HT.
Perlu diketahui
Satgas Keamanan Desa ini merupakan lapis ketiga dari sistem pengamanan yang diusung Kapolres Lumajang guna menekan angka Kejahatan.
Dengan keberadaan satgas di desa Sukosari terbukti mampu membantu Polisi dan masyarakat. Contohnya, dulunya daerah yang terkenal rawan dari tindak pidana Begal dan kejahatan lainnya kini mulai menurun dratis dan bahkan merasa nyaman bila berakitivitas di malam hari. Menurunnya angka kriminalitas tak lepas dari inisiasi Bhabinkamtibmas dan Babinsa desa sukosari mengajak warga sekitar untuk membentuk Satgas Keamanan Desa.
“Saya bangga terhadap Bhabinkamtibmas dan Babinsa desa Sukosari yang berhasil merubah 180 derajat kondisi Desa Sukosari yang dulunya rawan menjadi aman dan kondusif. Satgas Keamanan Desa yang mereka gagas merupakan konsep yang luar biasa. Saya belajar dari mereka. Atas dasar itulah saya menginisiasi terbentuknya satgas keamanan desa di suluruh desa di Lumajang,”tutur Kapolres.
Konsep ini, menurut Arsal sangat di didukung oleh Bupati lumajang, yang menggerakkan perangkatnya untuk mendukung pembentukan satgas keamanan desa di setiap desa. Bahkan Bupati menyediakan anggaran 30 jutaan per desa untuk pengadaan Handy Talkie, Seragam rompi dan kegiatan operasional lainnya.
Serupa dikatakan Dandim Lumajang yang mendukung program ini, sehingga Kapolsek, Danramil dan Camat bersinergi membentuk satgas keamanan desa diwilayahnya. “Saat ini telah terbentuk satgas keamanan desa di 102 desa dari 198 desa dan 7 kelurahan yang ada dilumajang. Desa lainnya akan segera menyusul untuk dilakukan pembentukan,”terang Arsal.
Sistem keanggotaan dalam Satgas Keamanan Desa ini adalah sukarelawan dan tidak diberi gaji dari pemerintah, pemerintah hanya sebagai wadah untuk mengarahkan dan menggugah kepedulian warga terhadap keamanan dilingkungan desanya masing-masing.
Tugas Satgas Keamanan Desa adalah menjaga dan memastikan keamanan didesanya. Mereka bahkan memiliki kewenangan untuk membubarkan jika ada masyarakat yang sedang kumpul mabuk-mabukan, selain itu anggota satgas juga dapat menyelesaikan problem solving yang ada didesanya seperti menyelesaikan perselisihan warga, mengajak gotong royong untuk mengatasi bencana dan persoalan kemasyarakatan lainnya. Anggota Satgas keamanan desa dibawah kendali Kepala Desa secara langsung, dan mendapatkan bimbingan dari Bhabinkamtibmas secara periodik.
Dengan kinerja dan tanggungjawabnya tersebut anggota Satgas Keamanan Desa secara tidak langsung mereka akan dianggap sebagai Tokoh Masyarakat diwilayah mereka.
