Journal Reportase
Otonomi Daerah

Antisipasi Pencurian Sapi Tiga Gagasan Kapolres Secepatnya Dilakukan

JOURNALREPORTASE,-LUMAJANG-Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban akan memberikan edukasi kepada warga pemilik ternak hewan, khusus hewan sapi, untuk mengantisipasi rawannya pencurian sapi.

Salah satu antisipasi pencurian sapi yang digagas Kapolres adalah penggunaan rantai dan membentuk komunitas rantai sapi. Kedua, membangun Ganster (Garasi Ternak). Ketiga, yakni dengan membentuk satgas keamanan desa. Ketiga cara inilah, menurut Kapolres dapat mengurangi kejahatan pencurian sapi.

Gagasan yang digulirkan ini, Kapolres sudah sangat geram kepada para pencuri sapi yang sering melakukan kejahatan tersebut.

Untuk diketahui pada tahun 2018 sebanyak 36 kali masyarakat dibuat resah. Dan memasuk tahun 2019, tepatnya, Sabtu, (19/1/2019) untuk sekian kali, terjadi pencurian sapi. Namun, beruntung gerak cepat petugas dari Polsek Pasirian dibantu oleh perangkat desa dan warga kembali menemukan sapi yang sempat hilang milik Slamet (35) yang sehari harinya bekerja sebagai petani, Dsn. Kebonan
Kejadian ini bermula pada dini hari kemarin (19/01) sekitar pukul 02.00 WIB, korban yang merasa tidak tenang, ingin melihat kandang peliharaan nya. Sesampai di kandang, korban dibuat kaget mengetahui ternak miliknya tidak ada. Korban hanya menemukan pintu kandang yang terbuat dari bambu telah terbuka lebar. Ternak yang dimaksud adalah sapi betina jenis blesteran, berumur 2.5 Tahun yang memiliki warna bulu metah, tinggi 150 Cm serta bertanduk tingil.

Awalnya, korban dibantu beberapa warga sekitar berinisiatif untuk berusaha menyisir guna menemukan sapi yang hilang. Namun akhirnya sekitar pukul 06.00 WIB korban menghubungi kepala dusun, guna melaporkan kehilangan hewan ternak tersebut ke Mapolsek Pasirian. Petugas pun bergerak cepat dengan mendatangi TKP serta menyisir sekitaran kandang guna mencari kemungkinan kemanakah ternak tersebut dibawa lari. Akhirnya pencarian besar besaran pun dilakukan dibantu oleh warga sekitar.

Akhirnya, sekitar pukul 10.30 WIB (19/1) pencarian tersebut membuahkan hasil. Petugas berhasil menemukan sapi dengan ciri ciri sama yang dilaporkan oleh korban di Dusun Timur CurahDesa Bago Kecamatan Pasirian. Adapun, jarak lokasi penemuan sapi dengan kandang, sekitar 3 Km.

Kapolres Arsal Sahban yang mengetahui kejadian tersebut menyatakan sangat lega sekaligus kembali menghimbau agar menggunakan rantai sapi. “Saya cukup lega dengan penemuan kembali sapi milik salah satu warga pasirian ini,”ujarnya.

Dengan kejadian yang terus berulang, Ia kembali meminta kepada warga agar menggunakan rantai sapi. Pasalnya, kebanyakan warga hanya menggunakan tali pengikat yang sangat mudah untuk dicuri hewan ternak tersebut. “Rantai sapi sudah teruji, dan akan membuat kesulitan para spesialis pencurian hewan ternak ini.

Karena itu, untuk memudahkan pembuatan rantai sapi, Arsal himbau agar di bentuk komunitas rantai sapi di setiap desa. Tujuannya, Ia menyambung, agar para pemilik sapi bisa saling menginformasikan tentang program rantai sapi seperti dimana buatnya, berapa ketebalan besinya dan juga saling berbagi success story penggunaan rantai sapi. selain itu juga katanya, sebagai wadah untuk mengedukasi masyarakat pemilik sapi dalam hal pengamanan sapi-sapi mereka.

Perlu diketahui, Korban hampir menelan kerugian sekitar 12 Juta Rupiah atas kejadian sempat hilangnya seekor sapi ini. Meskipun hal tersebut berhasil digagalkan oleh petugas, namun tuturnya, pemilik hewan ternak harus menjaga hewan ternaknya dari incaran para pencuri spesialis sapi, salah satunya dengan penggunaan rantai pada leher sapi untuk menggantikan penggunaan tali pengikat yang dipancangkan pada kandang sapi.

Mengatasi Pencurian sapi merupakan salah satu program utama Kapolres Lumajang saat ini. Berdasarkan, data oktober – desember 2018 telah terjadi pencurian sapi sebanyak 36 kali.

Related posts

Tiga Pilar Ciracas Gelar Vaksinasi Malam

JournalReportase

HUT Polwan ke-73, Pesan Kapolres Angkat Citra Polwan Semakin Baik

JournalReportase

Satgas Yonif PR 431 Kostrad Tinjau Pengamanan  Pembangunan di Trans Papua

JournalReportase

Leave a Comment