Journal Reportase,-Jakarta,-
“BPJS Kesehatan membuat keluarga saya dapat menjalani aktivitas dengan tenang karena tidak khawatir lagi memikirkan biaya berobat anak saya, tentunta saya sangat bersyukur dengan adanya program ini”,ujarnya Sariah salah peserta BPJS, saat ini sedang berjuang untuk anaknya yang sedang dirawat di Rumah Sakit
Sariah (52 Tahun), seorang Ibu yang berjuang untuk anaknya bernama Muhammad Safaat yang terkena penyakit thalassemia. Thalassemia adalah penyakit kelainan darah yang diakibatkan oleh faktor genetika dan menyebabkan protein yang ada di dalam sel darah merah (hemoglobin) tidak berfungsi secara normal. Penderita thalassemia memiliki kadar hemoglobin yang rendah, oleh karena itu tingkat oksigen dalam tubuh penderita thalasemia juga lebih rendah.
Sariah dan keluarga sudah menjadi peserta PBI APBN semenjak tahun 2014 yaitu saat BPJS Kesehatan (Badan Penyelengara Jaminan Sosial) terbentuk. Muhammad Saafat kini menjadi pasien tetap Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat.
Meskipun sakit, Muhammad Safaat adalah anak yang ceria dan energik, ia tidak malu bermain dengan teman sekitar rumahnya, setiap sore ia membawa sepeda kesayangannya dan berkeliling disekitar rumahnya bersama teman – temannya. Ia juga mengatakan bahwa dirinya tidak ingin menyusahkan orang tuanya, setiap kontrol kerumah sakit, Muhammad Safaat selalu rajin dan mandiri berangkat sendiri. “Diri saya memang sakit, namun fisik saya masih mampu beraktifitas, selama masih mampu saya tidak mau merepotkan orang tua saya” imbuhnya. Sariah sangat tertolong dengan adanya program JKN, ia mengakui bahwa obat – obatan untuk penderita penyakit thalassemia sangatlah tidak murah, pastinya dengan pekerjaannya sebagai asisten rumah tangga tidak akan cukup membiayain pengobatan anaknya.
“BPJS Kesehatan membuat keluarga saya dapat menjalani aktivitas dengan tenang karena tidak khawatir lagi memikirkan biaya berobat anak saya, saya sangat bersyukur dengan adanya program”, ujar Sariah.
Ia berharap kedepannya BPJS Kesehatan dapat terus ada untuk hadir sebagai penolong masyarakat yang sakit seperti anaknya.
