JournalReportase.com, Perhelatan karya Kerajinan UKM Sumbar bertema ‘I Like Batik Tanah Liek’ belum lama ini digelar di gedung Smesco, Jakarta Selatan, yang dihadiri, antara lain Nevi Zuairina selaku Ketua Dekranasda Sumbar beserta jajarannya, perwakilan Dekranas Pusat, Kadis KUKM Sumbar, para tokoh masyarakat Minang, dan pelaku UKM. Pada kesempatan itu hadir para perancang dan disainer ternama untuk turut serta mengembangkan batik Tanah Liek.
Acara ini juga menampilkan Fashion Show dengan menampilkan 22 baju dengan tema “Rang Salido”, Talk show yang bertemakan “I Like Batik Tanah Liek” dengan Narasumber Nevi Zuairina Ketua Dekranasda Sumbar, Novia Hertini Disigner Batik Loempo Natural Dyes, dan Zaini Rais Dosen Kriya Fakultas Seni Rupa dan Disain ITB, serta tampilan POP-UP Photography Exhibition dari Hendri Hassan.
Ketua Dekranasda Sumatra Barat, Nevi Zuairina mengakui salah satu PR terbesar adalah pemasaran batik Tanah Liek. Bantuan kepada pengrajin dari Pemda pun ia akui belum menjangkau semua alias terbatas. Oleh karena itu menurutnya perlu ada regulasi untuk meningkatkan kepedulian masyarakat di Sumbar atas batik ini. “Contohnya baju sekolah SD dan SMP misalnya menggunakan batik tersebut,” katanya.
Acara juga bertujuan untuk mempromosikan sekaligus mengangkat UKM Batik Loempo dari Pesisir Selatan, Sumatera Barat, dimana Novia Hertini sebagai desainer membina masyarakat Loempo yang awalnya bertani dan berkebun kini sudah banyak membatik. Dalam waktu dekat ini juga rencananya akan diresmikannya ‘Kampung Batik Loempo’ di Pesisir Selatan, Sumatera Barat.
“Dengan acara seperti ini pastinya kita ingin mempromosikan dengan ruang yang luas untuk batik Loempo agar berkembang di masyarakat Indonesia khususnya di Sumatera Barat dan juga dunia internasional,”ucap Nevi Zuarina.
Sementara itu paska 3 tahun vakum didunia desainer kini Novia Hertini fokus ke Batik Tanah Liek Loempo. Ia juga mengatakan banyak yang dilakukan selama 3 tahun itu, dimana ia banyak melakukan eksperimen untuk memberikan pewarnaan Batik Loempo dan kini sudah setelah 1 tahun 3 bulan perjalanan Novia di Batik Loempo ini.
“Kita mengusung tema Urang Salido (orang yang berasal dari Salido) yang saya persembahkan buat Nevi Irwan Prayitno (Istri Gubernur Sumatera Barat) yang sangat mendukung dengan Batik Loempo dan beliau juga putri daerah dari Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Insya Allah tahun 2019 mendatang Batik Loempo ini sudah go internasional,”sebut Novia yang dalam waktu dekat ini akan menggelar fashion shownya di Rio De Janeiro, Barazil bulan November 2018 ini.
Dalam pagelaran shownya Novia menampilkan 25 koleksi baju Batik Loemponya diantaranya yang dikolaborasikan dengan warna–warna alam seperti kulit manggis dan warna – warna sintetis.
“Pada proses dasar kain selalu dicelup dengan lumpur tanah liek dengan ampas gambir. Untuk prosesnya bisa seminggu mulai dari mulai dari pencelupan, pengeringan hingga pewarnaannya. Setiap koleksi saya selalu warna gelap seperti marun ataupun hitam, dan kalau warna hijau pun dipadukan dengan hitam. Untuk bahannya sendiri lebih ke katun dengan motif yang mengarah unsur tradisional Minang Kabau, seperti akacino, Bungo Paco Ari Ari, Aie Batesong (air berputar), Badar Mudik, Paku Kacang Balimbiang dan lainnya,” beber Novia yang bergelut didunia desainer selama 17 tahun ini.
Motif sendiri dibaur dengan motif alam seperti daun ilalang, padi, pohon bambu, bunga kapas dan lainnya. Dalam pemasarannya sendiri Novia lebih kepada ibu – ibu sosialita karena menurutnya ibu – ibu sosialita memiliki banyak kegiatan dan secara langsung juga mempromosikan Batik Loempo.
“Alhamdulillah setiap koleksi peragaan busana teman – teman sosialita selalu membelinya dengan harga yang fleksibel dan tergantung permintaan. Untuk yang hand made atau eksklusif juga kita ada kisaran harganya Rp.4 juta hingga Rp.17 juta,” terang pemilik brand Batik Loempo by Novia Hertini ini.
Sementara itu Raizal Boeyoeng Rais selaku desainer senior sekaligus Ketua Komunitas Desainer Etnik Indonesia (KDEI) mensuport dengan kehadiran Batik Loempo ini. Boeyoeng juga melihat sejak di APPMI Novia merupakan seorang desainer yang jiwa dan semangatnya sungguh – sungguh untuk fashion untuk Sumatera Barat.
“Kalau bukan kita yang maju, maka perlihatkan dulu diri kita (Novia) nanti orang – orang juga akan menoleh. Jadi itu dibenaknya Novia. Kalau untuk marketing ya dari kita aja dulu, karena Pemda juga pekerjaannya banyak, jadi untuk usaha kita, ya kita yang lebih tahu,” pungkas Boeyoeng.
“Saya juga sangat berterima kasih sekali dengan Nevi Zuarina selaku Ketua Dekranasda Sumatera Utara dan Sementara Ir. Zirma Yusri, Kadis Koperasi dan UKM Sumatera Barat, yang telah memajukan industri fashion Sumatera Barat,” sambungnya.
